AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN ATRAZIN, NIKOSULFURON, DAN MESOTRION TERHADAP GULMA UMUM
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i1.87623Keywords:
Atrazin, Herbisida Campuran, Mesotrion, NikosulfuronAbstract
Kehadiran gulma menyebabkan terjadinya kompetisi dengan tanaman budidaya dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya dan ruang tumbuh. Keberadaan gulma di lahan pertanian tentunya sangat beragam. Salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan beberapa jenis gulma yang berbeda dalam satu populasi yaitu dengan melakukan pencampuran herbisida. Penggunaan dua jenis atau lebih herbisida mampu meningkatkan efektivitas pengendalian gulma, serta dapat menekan resistensi gulma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat aktivitas herbisida campuran dengan bahan aktif Atrazin, Mesotrion, dan Nikosulfuron terhadap gulma umum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 "“ Januari 2023 selama 3 bulan di Lokasi percobaan dan Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf dosis perlakuan yang diulang 5 kali. Variable yang diamati dalam penelitian ini adalah fitotoksitas dan intensitas kerusakan gulma setelah aplikasi herbisida. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS dilanjutkan dengan perhitungan indeks kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif atrazin + mesotrion + nikosulfuron menunjukkan nilai indek kombinasi sebesar 0,98 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis.
References
Chou TC and Talalay P. 1984. Quantitative Analysis Of Dose-Effect Relationships: The Combined Effects Of Multiple Drugs Or Enzyme Inhibitors. Adv. Enz. Regl.22:27-55.
Damalas, C. A. 2004. Herbicide tank mixtures : Common interactions. International Journal of Agriculture and Biology, 6(1), 209-212.
Guntoro, D. dan T. Y. Fitri. 2013. Aktivitas Herbisida Campuran Bahan Aktif Cyhalofop-Butyl dan Penoxsulam terhadap Beberapa Jenis Gulma Padi Sawah. Buletin Agrohorti 1 (1) : 140-148
Hahn, R. R. and P. J. Stachowski.2002. Mesotrione-a new herbicide and mode of action. Department of Crop and Soil Science. Cornell Univeristy.
Hasanuddin, 2013. Aplikasi Beberapa Dosis Herbisida Campuran Atrazine Dan Mesotrion Pada Tanaman Jagung: I. Karakteristik gulma. Hal: 36-41. Jurnal Agrista Vol. 17, No. 1
King, C. A. Dan L. R. Oliver. 2012. Aplication time and timing of accifluoren, bentazon, chlorimuron andimazaquin. Weed Technology. 6 (3) : 526 -534.
Meilin, A. dan Yardha. 2010. Efektifitas Aplikasi Beberapa Herbisida Sistemik terhadap Gulma pada Perkebunan Kelapa Sawit. Jurnal Agroekotek. 2 (1): 1-6.
Mustajab, D.R.J. Sembodo, & H. Hamim.2014. Efikasi Herbisida Atrazin terhadap Gulma Umum pada Lahan Budidaya Tanaman Jagung (Zea mays L.). Jurnal Penelitian Pertanian Terapan. 15 (1): 8-14
Rao, V. S. 2000. Principles of weed science. 2nd ed. Science Publishers, Inc., Enfield, NH. Tjitrosoedirdjo, S. 2010. Herbisida Berbahan Aktif Majemuk (Pelatihan Pengelolaan Gulma Terpadu di Ekosistem Pertanian dan Ekosistem Alami). Bogor. BIOTROP.
Riadi Muh. 2011. Herbisida Dan Aplikasinya. Universitas Hasanudin. Makasar.
Sembodo, D. R. J. 2010. Gulma dan Pengelolaannya. Graha Ilmu. Yogyakarta.162 hlm.
Tomlin, C. D. S. 2011. The e-Pesticides Manual version 3.0 (thriteenth edition). British Crop Protection Council.United Stated. 589 hlm.
Umiyati, U. 2005. Sinergisme Campuran Herbisida Klomazon Dan Metribuzin Terhadap Gulma. Jurnal Agrijati. 1(1): 216-219.
Vencill, W.K., K. Armbrust, H.G.Hancock, D. Johnson, G.Mcdonald, D. Kinter. F. Lichtner, H.Mclean, J. Reynolds, D. Rushing, S. Senseman, And D. Wauchope. 2002. Herbicide Handbook. 8th Ed . Weed Science Society Of America,Lawrence, Ks
Zami, Z., H. Susanto, K.F. Hidayat, dan H. Pujisiswanto. 2021. K Efikasi Herbisida Atrazin Terhadap Gulma Dan Pertumbuhan Serta Hasil Tanaman Jagung (Zea Mays L.), Jurnal Agrotropika Vol. 20 No. 1, 2021: 9