PENGARUH KOMBINASI PUPUK AB MIX DAN PUPUK ORGANIK CAIR KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY SECARA HIDROPONIK

Authors

  • Nyoman Wusono Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Basuni Basuni Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Muhammad Pramulya Universitas Tanjungpura Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v14i1.88280

Keywords:

AB Mix, Hidroponik, Pakcoy, Pupuk Organik Cair.

Abstract

Budidaya pakcoy secara hidroponik di hadapkan dengan   masalah input produksi yang mahal seperti nutrisi AB mix yang ada di pasaran input   produksi   yang   mahal   seperti   nutrisi   AB   mix   yang   ada   di   pasaran.   Maka   dari   itu   perlu   adanya   pupuk   organik   cair   sebagai   subtitusi   alternatif   yang   dikombinasikan   dengan   nutrisi   AB   mix   hidroponik.   Pupuk   organik   yang   di   maksud   adalah   kotoran   walet,   dimana   di   daerah   Kalimantan   Barat   peternak   walet   cukup   banyak   diharapkan   kotoran   walet   tersebut   bisa   menunjang   pertumbuhan   dan   hasil   sawi   pakcoy.   Pengkombinasian   antara   konsentrasi   nutrisi   AB   mix   dengan   pupuk   organik   cair   kotoran   walet   perlu   dilakukan   untuk   mengurangi   penggunaan   AB   mix   yang   berlebihan.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   apakah   pupuk   organik   cair   kotoran   walet   dapat   mensubtitusi   sebagian   dari   konsentrasi   pupuk   AB   mix   terhadap   pertumbuhan   dan   hasil   tanaman   sawi   pakcoy   secara   hidroponik. Penelitian   ini   dilaksanakan   pada   bulan Mei   "“   Juni   2024   di Kecamatan   Pontianak   Selatan,   Kota   Pontianak.   Rancangan   yang   akan   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah   Rancangan   Acak   Lengkap   (RAL)   yang   terdiri   dari   4   taraf   perlakukan   tanpa   ulangan,   setiap   perlakuan   terdapat   20   sampel   tanaman   sehingga   total   terdapat   80   tanaman   yang   diamati.   Perlakuan   yang   dimaksud   adalah   P1=   AB   mix   1300   ppm   +   tanpa   POC   kotoran   walet;   P2=   AB   mix   975   ppm   +   325   ppm   POC   kotoran   walet;   P3=   AB   mix   650   ppm   +   650   ppm   POC   kotoran   walet;   P4=   AB   mix   325   ppm   +   975   ppm   POC   kotoran   walet. Variabel   pengamatan   meliputi:   tinggi   tanaman,   jumlah   daun,   panjang   akar,   berat   segar   bagian   atas   tanaman   dan   berat   kering   bagian   atas   tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan kombinasi AB Mix dan POC kotoran walet berbeda nyata dengan perlakuan AB Mix tanpa POC dapat disimpulkan bahwa   POC   kotoran   walet   tidak   dapat   mensubtitusi   pupuk   AB   Mix   terhadap   pertumbuhan   dan   hasil   tanaman   sawi   pakcoy   secara   hidroponik

References

Annisa, A. 2023. Pengaruh Pemberian Media Nutrisi AB Mix Dan Pupuk Organik Cair Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L.) Secara Hidroponik Sistem Dft (Deep Flow Technique). Skripsi. Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Ar-Raniry.

Badan Pusat Statistik. 2023. Produksi tanaman sayuran. 02 November, 2023. https://www.bps.go.id/indicator/55/61/1/produksi-tanaman-sayuran.html.

Gustaman. D., dan Riswan. 2022. Pengaruh Nutrisi Ab Mix Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Pakcoy (Brassica Rapa L) Dalam Sistem Hidroponik. Jurnal Fakultas Pertanian Agrosasepa.

Hendra, H. A., dan A, Andoko. 2014. Bertanam Sayuran Hidroponik Ala Paktani Hydrofarm. Jakarta. AgroMedia Pustaka

Hidayanti, L., dan Kartika, T. 2019. Pengaruh nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan Tanaman Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Secara Hidroponik. Sainmatika. Jurnal Ilmiah Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam.

Muryati, S. dan Ratna Dewi K. 2012. Mikrobiologi Lingkungan dan Terapan. Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Novizan. 2001. Petunjuk Pemupukan yang Efektif. Agro Media Pustaka.

Nurlaila, Maesaroh, S dan Novitasari. 2017. Degradasi Kandungan Nitrogen Pada Pupuk Organik Cair Selama Dalam Penyimpanan. Prodi Budidaya Tanaman Perkebunan. Politeknik Pertanian Negeri Samarinda. Jurnal Politani Samarinda.

Permentan. 2011. Peraturan Menteri Pertanian Tentang Pupuk Organik, Pupuk Hayati dan Pembenah Tanah. Jakarta. Direktorat Jenderal Hortikulutura Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Pohan, S. A., dan Oktoyournal, O. 2019. Pengaruh Konsentrasi Nutrisi AB Mix terhadap Pertumbuhan Caisim secara Hidroponik (drip system). Jurnal Ilmiah Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh.

Saleh.A.,R dan Pangli M. 2017. Respon Pertumbuhan Dan Produksi Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea L) Terhadap Berbagai Macam Media Hidroponik. Jurnal AgroPet.

Suryantini, N. N., Gede W., dan Rindang D. 2020. Pengaruh Penambahan Ca(NO3)2 Terhadap Hasil Tanaman Selada Kriting (Lactuca Sativa L.) pada Sistem Hidroponik Deep Flow Technique (DFT). Jurnal Harian Regional.

Susanti.A.,Tiara dan Rosanti. M. 2023. Pengaruh Intensitas Cahaya Terhadap Pertumbuhan Pakcoy (Brassica Rapa L.) dalam Menggunakan Media Hidroponik. Program Studi S1 Biologi Fakultas Ilmu Hayati.

Widyabudiningsih, D., Troskialina, L., Fauziah, S., Shalihatunnisa, S., Riniati, R., Siti Djenar, N., Hulupi, M., Indrawati, L., Fauzan, A., dan Abdilah, F. 2021. Pembuatan dan Pengujian Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Buah-buahan dengan Penambahan Bioaktivator EM4 dan Variasi Waktu Fermentasi. Indonesian Journal Of Chemical Analysis (IJCA).

Winarno, F.G. 1990. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Jakarta. PT Gramedia Pustaka Utama.

Yustiningsih, M. 2019. Intensitas Cahaya dan Efisiensi Fotosintetis pada Tanaman Naungan dan Tanaman Cahaya Langsung. Jurnal Bioedu.

Downloads

Published

2025-01-15

Issue

Section

Articles