KEEFEKTIFAN HERBISIDA CAMPURAN BAHAN AKTIF CYHALOFOP-BUTYL DAN PENOXSULAM TERHADAP GULMA ECHINOCHLOA CRUSS-GALLI L. DAN CYPERUS IRIA.
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i2.88540Keywords:
Campuran Herbisida, Cyhalofop-butyl, Echinochloa cruss galli, LD50, Cyperus iria, PenoxsulamAbstract
Pemakaian herbisida tunggal yang dilakukan terus-menerus akan menimbulkan resiko resistensi gulma, untuk mengatasinya perlu dilakukan pencampuran herbisida. Pencampuran herbisida dengan dua atau lebih jenis bahan aktif bertujuan untuk memperluas spektrum pengendalian gulma dan menghambat terjadinya resistensi gulma,campuran herbisida antar satu bahan aktif dengan bahan aktif yang lain dapat bersifat aditif, sinergis, dan antagonis.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi sifat aktivitas campuran herbisida yang berbahan aktif cyhalofop-buty dan penoxsulam terhadap gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April-Juni 2021 di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan tingkat dosis perlakuan dan diulang sebanyak 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari tiga jenis herbisida yaitu herbisida tunggal cyhalofop-butyl (0; 1,875; 3,75; 7,5; 15; 30; l/ha), herbisida penoxsulam (0; 5; 10; 20; 40; 80 l/ha),dan campuranbahan aktif dari cyhalofop-butyl dan penoxsulam (0; 2,25; 4,5; 9; 18; 36 l/ha). Gulma yang menjadi sasaran adalah gulma Echinochloa cruss galli dan Cyperus iria. Variabel yang diamati yaitu tingkat keracunan dan bobot kering gulma. Analisis data yang digunakan adalah analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS untuk menentukan LD50 tiap perlakuan herbisida tunggal dan campuran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pencampuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam memiliki nilai LD50 perlakuannya sebesar 238,8507 g/ha dengan nilai indeks kombinasi (IK) sebesar 0,98 (IK≤1) sehingga campuran herbisida cyhalofop-butyl dan penoxsulam bersifat sinergis. .References
Agustina, K., D. Guntoro dan Yursida. 2013. Efikasi Herbisida Penoksulam pada Budidaya Padi Sawah Pasang Surut untuk Intensifikasi Lahan Suboptimal. Jurnal Lahan Suboptimal. 2 (2) : 144-150.
Alfredo, N., N. Sriyani dan D. R. J. Sembodo. 2012. Efikasi Herbisida Pratumbuh Metil Metsulfuron Tunggal dan Kombinasi dengan 2,4-D, Ametrin, atau Diuron terhadap Gulma pada Pertanaman Tebu (Saccharum officinarum L.) Lahan Kering. Jurnal agrotropika. 17 (1) : 29-34.
Antralina, M. 2012. Karakteristik Gulma dan Komponen Hasil Tanaman Padi Sawah (Oryza sativa L.) Sistem SRI pada Waktu Keberadaan Gulma yang Berbeda. Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Wilayah. 3 (2).
Bangun, P. 1986. Masalah dan prospek pengendalian gulma secara kimia pada tanaman padi sawah dimasa depan. Journal Libang Pertanian. Balai Penelitian Tanaman Pangan, Bogor.
Barus, E. 2003. Pengendalian Gulma di Perkebunan, Efektivitas dan Efisiensi Aplikasi Herbisida. Yogyakarta (ID): Kanisius
Budhiawan, A., B. Gritno. Dan A. Nugroho. 2016. Aplikasi Herbisida 2,4-D Dan Penoxulam Pada Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Padi Sawah (Oryza Sativa L.). Jurnal Produksi Tanaman. 4(1). 23-30
Guntoro, D., M. A. Chozin, E. Santosa, S. Tjitrosemito dan A. H. Burhan. 2009. Kompetisi antara Ekotipe Echinochloa crus-galli pada Beberapa Tingkat Populasi dengan Padi Sawah. Jurnal Agronomi Indonesia. 37 (3) : 202-208.
Guntoro. D., Yuda Fitri . 2013. Aktivitas Herbisida Berbahan Aktif Cyhalofop-butyl dan Penoxsulam terhadap Beberapa Jenis Gulma Padi Sawah. Buletin Agrohorti. 1(1) : 140-148
Hamdan P. & Sigit Y. J. 2009. Pengendalian Gulma pada Tanaman Padi. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.
Ismawati, S. Sriyani dan H. Pujisiswanto. 2017. Pengujuan Efektivitas Herbisida Berbahan Aktif Glifosat,Mesotrion, S-Metolaklor dan Campuran Ketiganya terhadap Gulma Teki. Jurnal Agrotek Tropika 3(5) : 182-186
Purwanti.2003.Uji tipe campuran herbisida Glifosat dan2,4-D(Bimastar 240/120 AS) dengan memakai gulma Brachiaria paspaloides dan Bidenspilosa.Skripsi.Departemen Biologi, Fakultas Matemaika dan Ilmu Pengetahuan Alam,Institut Pertanian Bogor.Bogor.
Sembiring & Sembayang. 2019. Uji Efikasi Dua Herbisida pada PengendlianGulmadi Lahan Sederhana. Jurnal Pertanian. 2(10) : 61-70
Umiyati,U., Y. Sumekar dan D. widayat. 2017. Keefektifan Herbisida Metsulfuron Metil Pada Pertanaman Padi Sawah Yang Diberi Bahan Organik. Logika. 21(1). 49-62.
Umiyati,U.2005.Sinergisme campuran herbisida klomazon dan metribuzin terhadap gulma.Jurnal Agrijati. 1(1):216-219.
Tjitrosoedirdjo, S. 2003. Uji sinergisme campuran dua bahan aktif herbisida dengan metoda probit.Jurnal Gulmad an Tumbuhan Invasif Tropika.1(1):16-28.
Weedscience.2011.Herbicide Resistant Weed Summary Table.http://www.weedscience. org. [Januari2011].
Widayat, D. dkk. 2018. Pengaruh Dosis Herbisida Campuran Metil Metsulfuron 0,7% + Chlorimuron Etil 0,7% + 2,4-D Na 75% terhadap Gulma, Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) pada Sistem Tanpa Olah Tanah. Jurnal Agrotek Indonesia.
Zimdhal, RL. 2007. Fundamentals of Weed Science . 3rd ed. Academic Press, Inc. San Diego, CA.