PENGARUH BOKASI KULIT RAMBUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) PADA TANAH ALLUVIAL

Authors

  • Yulia Sri Ayu Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura
  • Radian Radian Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura
  • Iwan Sasli Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v14i1.88665

Keywords:

Bokasi Kulit Rambutan, Tanah Alluvial, Terung Ungu

Abstract

Budidaya tanaman terung ungu (solanum melongena L.) pada tanah alluvial dihadapkan pada masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik, dan kandungan bahan organik rendah dengan tingkat keasaman tanah (pH) yang rendah, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas tanah alluvial yaitu dengan penambahan bahan organik seperti bokasi kulit rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi kulit rambutan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek, Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kota Pontianak yang berlangsung pada tanggal 19 Maret 2020 "“ 20 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga dihasilkan 80 tanaman yang disusun dengan jarak 50 cm × 60 cm antar polybag.. Perlakuan penelitian ini adalah 600 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 20 ton/ha (kontrol), 300 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 10 ton/ha, 600 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 20 ton/ha, 900 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 30 ton/ha dan 1200 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 40 ton/ha. Variabel penelitian yang diamati meliput tinggi tanaman (cm), waktu berbunga (HST), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per buah (g), berat buah per tanaman (g), panjang buah (cm) dan diameter buah (cm). Pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 900 g/polybag memberikan hasil yang baik yaitu mampu memberikan waktu berbunga tercepat, berat kering tanaman dan diameter buah tertinggi sedangkan berat buah per buah dan berat buah per tanaman tertinggi pada pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 300 g/polybag.

References

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2018. Kalimantan Barat Dalam Angka 2018. Pontianak. Kalbar.bps.go.id.

----------- 2018. Statistik Pertanian Tanaman Sayuran dan Buah-buahan 2018. Pontianak. Kalbar.bps.go.id.

Bambang, S. 2015. Tanaman Hortikultura. http:// industri .bisnis.com/ read/ 2015 0610/99/442242/ tanaman hortikultura -ewindo-luncurkan - sejumlah-varietas-hasil-riset-terbaru. Diakses pada hari Selasa, 14 Januari 2020.

Budiman, E. 2009. Cara dan Upaya Budidaya Terung. Bandung. Wahana Iptek.

Cahyono, B. 2003. Cabai Rawit: Teknik Budidaya dan Analisis Usaha Tani. Yogyakarta. Kanisius.

Cahyono, B. 2016. Untung Besar dari Terung Hibrida. Jakarta. Penebar Swadaya.

Hanafiah, K.A. 2008. Dasar - Dasar Ilmu Tanah. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Harjadi, S. 2002. Pengantar Agronomi. Jakarta. PT. Gramedia Pustaka.

Indrinada, H. K. 1986. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Jakarta. PT. Bina Aksara.

Jumin H. B. 1992. Ekologi Tanaman Suatu Pendekatan Fisiologi. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Lahuddin. 1999. Pengaruh Kompos Kulit Durian (Husk-Pulp Compost of Durio Zibethinus) terhadap Produktivitas Lahan Pekarangan. Medan. USU Press.

Lakitan, B. 2007. Dasar – Dasar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta. Raja Grafindo Persada.

Musnawar, E. I. 2009. Pupuk Organik Cair dan Padat, Pembuatan dan Aplikasi. Jakarta. Penebar Swadaya.

Wilkins, M. B. 1989. Fisiologi Tanaman. Jakarta. Bumi Aksara.

Wiyanta, W. 2003. Bertanam Cabai Hibrida Secara Intensif. Jakarta. Agromedia Pustaka.

Downloads

Published

2024-12-19

Issue

Section

Articles