PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KECIPIR PADA MEDIA GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i2.89034Keywords:
Kecipir, Media Gambut, Pupuk Kandang Ayam, Tepung Cangkang TelurAbstract
Kecipir merupakan tanaman polong-polongan yang berpotensi dibudidayakan di Kalimantan Barat. Tanaman ini dapat beradaptasi pada berbagai jenis media tanam salah satunya media gambut. Gambut sebagai media tanam memiliki permasalahan pada tingkat kesuburan yang rendah dan pH yang rendah sehingga diperlukan upaya perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi pada gambut. Upaya perbaikan yang dapat diberikan adalah tepung cangkang telur sebagai amelioran dan pupuk kandang ayam sebagai penyedia unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interaksi antara tepung cangkang telur dan pupuk kandang ayam, menganalisis pengaruh tepung cangkang telur dan menganalisis pengaruh pupuk kandang ayam terhadap kecipir pada media gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Sungai Raya Dalam, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian berlangsung dari bulan April 2024 hingga Agustus 2024. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah tepung cangkang telur yang terdiri dari dosis 14 ton/ha, 20 ton/ha dan 25 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk kandang ayam yang terdiri dari dosis 10 ton/ha, 15 ton/ha dan 20 ton/ha. Variabel yang diamati adalah volume akar, berat kering, panjang buah per tanaman, panjang buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan tepung cangkang telur 20 ton/ha dan pupuk kandang ayam 20 ton/ha memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada kecipir di media gambut.
References
Agus, F. dan Made, I. G. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek. In Iv. Potensi Lahan Gambut Untuk Pertanian. Balai Penelitian dan World Agroforestry Centre. Bogor.
Dailami, A., Yetti, H., dan Yoseva, S. 2015. The Giving Effect Of Vermicompost And NPK Fertilizer On The Growth And Production Of Sweet Corn (Zea mays Var saccharata Sturt). JOM Faperta, 2(2), 9–19.
Habibi, K. 2024. Pengaruh Pupuk Kascing dan Poc Herbafarm Terhadap Pertumbuhan serta Produksi Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus). Jurnal Agroteknologi Agribisnis dan Akuakultur.. 4(2).
Krisnawati, A. 2010. Keragaman Genetik dan Potensi Pengembangan Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 29(3), 113–119.
Lorenz, K., dan Lal, R. 2016. Environmental Impact of Organic Agriculture. Advances in Agronomy (Vol. 139). Elsevier Inc. https://doi.org/10.1016/bs.agron.2016.05.003
Nyakpa, M., Lubis A., Pulungan, M. A., Amrah, A. G., Munawar, A., Hong, G. Hakim .N. 1988. Kesuburan Tanah Lampung. Universitas Lampung. Lampung.
Raihan, H. S. 2000. Pemupukan NPK dan Ameliorasi Lahan Kering Sulfat Masam Berdasarkan Nilai Uji Tanah Tanaman Jagung. Ilmu Pertanian: 9(1):20–28.
Randi, R., Rahmidiyanti, R., dan Zulfita D. 2023. Pengaruh Tepung Cangkang Telur dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung pada Tanah Gambut. Jurnal Sains Pertanian Equator, 12(3):676-678. https://doi.org/10.26418/jspe.v12i3.6490.
Ratna, D. I. 2002. Pengaruh Kombinasi Konsentrasi Pupuk Hayati Dengan Pupuk Organik Cair Terhadap Kualitas dan Kuantitas Hasil Tanaman Teh (Camellia Sinensi (L.) O.Kuntze) Klon Gambung 4. Jurnal Ilmu Pertanian, 10(2), 17–25.
Rosliani, R., dan Sumarni, N. 2005. Budidaya Tanaman Sayuran dengan Sistem Hidroponik. Balai Penelitian Tanaman Sayuran Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura.