PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN POC DAN DOSIS PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TERUNG UNGU PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i4.89061Keywords:
POC, Pupuk NPK, Tanah Aluvial, Terung UnguAbstract
Terung (Solanum melongena L.) merupakan salah satu tanaman sayuran yang berbentuk buah. Salah satu tanaman terung yang sering di konsumsi yaitu terung ungu. Faktor yang menyebabkan menurunya produksi terung yaitu turunnya produktivitas tanah dan kurangnya ketersediaan unsur hara yang terdapat didalam tanah. Usaha untuk meningkatkan produksi terung ungu di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan penambahan unsur hara kedalam tanah menggunakan POC dan Pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi pemberian POC dan dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil terung ungu pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor A yaitu frekuensi pemberian POC sebanyak 3 taraf perlakuan yaitu f1 = 1 kali, f2 = 2 kali, f3 = 3 kali dan faktor B yaitu dosis pupuk NPK sebanyak 3 taraf perlakuan yaitu dosis NPK: p1 = 6 g/tanamn, p2 = 12 g/tanaman, p3 = 18 g/tanaman total kombinasi perlakuan sebanyak 9 diulang 3 kali dengan setiap perlakuan menggunakan 4 tanaman sampel. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, berat segar tanaman, volume akar, jumlah buah pertanaman, berat buah per tanaman, berat buah perbuah, berat buah per petak dan panjang buah. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan lahan penelitian, persemaian, pemberian pupuk dasar dan kapur, penanaman, pemberian POC, pemberian pupuk NPK, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Hasil penelitian menunjukan bahwa frekuensi POC 2 kali pemberian memberikan hasil terbaik pada tanaman terung ungu dan dosis NPK 18 g/tanaman memberikan hasil terbaik pada tanaman terung ungu pada tanah aluvial.
References
Anuar, A, R. D. H. Rembe Dan M. Bahar. 2017. Pengaruh Kombinasi Pupuk NPK dan Urin Kambing Terhadap Tanaman Terung (Solanum melongena L) pada Fase Pertumbuhan dan Hasil Tanaman di Polybag. Jurnal UISUI, 6:(2) 166-167.
Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat. 2019. Kalimantan Barat Dalam Angka 2019. Pontianak: Percetakan Bakti
Hanafiah, K. A. 2012. Dasar Dasar Ilmu Tanah. Jakarta.: PT Raja Grafindo
Hanolo, W. 1997. Tanggapan Tanaman Selada dan Sawi Terhadap Dosisd dan Cara Pemberian Pupuk Organik Cair Stimulan. Jurnal Agritropika, 1(1):25-29
Majing. W. A, M. S., Pasaribu. 2018. Pengaruh Konsentrasi dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Organik Cair NASA Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis. Jurnal Agroteknologi, 17(1):17-19.
Pirhmantoro, H. 1999. Memupuk Tanaman Sayuran. Penebar Swadaya, Jakarta.
Misdiani., Lusmaniar., Dam A. U. Wahyuni. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair dan Dosis Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Pakcoy di Polybag. Jurnal Ilmu Pertanian Agronita, 2(1):19-33.
Neli, S., N. Jannah, A. Rahmi. 2016. Pengaruh Pupuk Organik Cair Nasa dan Zat Pengatur Tumbuh Ratu Biogen Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.) Varietas Antaboga-1, Jurnal Agriofor, 15 (2) : 297-308.
Rahmah, A. 2014. Pengaruh Pupuk Organik Cair Berbahan Dasar Limbah Sawi Putih (Barassica chinennsis L) Terhadap Pertumbuhan Jagung Manis (Zea mays L). Skripsi. Universitas Diponegoro.
Samadi, B. 2001. Budidaya Terung Hibrida. Yogyakarta. Kanisius.