ANALISIS INDIKATOR YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP KETAHANAN PANGAN DI KABUPATEN SINTANG
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v14i2.90406Keywords:
Food Security, Multiple Linear Regression, Normative Consumption RatioAbstract
Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan bagi setiap individu. Indikator pendukung keberhasilan dalam melaksanakan ketahanan pangan meliputi 9 indikator yaitu rasio konsumsi normatif, kemiskinan, pengeluaran pangan, RT tanpa akses listrik, RT tanpa akses air bersih, angka kesakitan, stunting, lama sekolah perempuan di atas 15 tahun, dan rasio tenaga kesehatan. Kabupaten Sintang pada tahun 2020-2022 memiliki beberapa kecamatan dengan ketahanan pangan prioritas rendah atau rentan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan indikator yang paling besar pengaruhnya terhadap ketahanan pangan di Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan yakni analisis regresi linear berganda menggunakan data sekunder dari DKP Kalbar buku Peta Ketahanan Pangan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas) Provinsi Kalimantan Barat pada tahun 2020-2022. Hasil penelitian menunjukkan secara simultan semua variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan. Secara parsial diperoleh enam variabel yang berpengaruh signifikan terhadap ketahanan pangan yaitu rasio konsumsi normatif, rata-rata lama sekolah perempuan diatas 15 tahun, RT tanpa akses air bersih, rasio tenaga kesehatan, stunting, dan angka kesakitan, serta pada uji R2 semua variabel memberikan kontribusi sebesar 91,2% terhadap ketahanan pangan. Variabel yang memiliki pengaruh paling besar terhadap ketahanan pangan yaitu rasio konsumsi normatif dengan nilai koefisien regresi sebesar -5,435.References
Albertus, A. Ketahanan Pangan Masyarakat dalam Menghadapi Pandemi Covid-19 (Studi Kasus Masyarakat Adat Dayak Desa Di Rumah Betang Ensaid Panjang Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang). JPASDEV: Journal of Public Administration and Sociology of Development, 3(2), 424-441.
Baharuddin, A. A., Musa, M. I., & Burhanuddin, B. 2022. Pengaruh motivasi dan kompetensi kerja terhadap prestasi kerja karyawan sales. Jurnal Akuntansi, Manajemen Dan Ekonomi, 1(1), 55-62.
Dinas Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat. 2020. Peta Ketahanan Pangan dan Kerentanan Pangan Food Security and Vulnerabillity Atlas (FSVA). Pontianak: Kalbar Mandiri Pangan
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sintang. 2018. Profil Potensi Investasi Kabupaten Sintang. Sintang : Pemerintah Kabupaten Sintang.
DKP Provinsi Kalimantan Barat. 2021. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerabillity Atlas). Pontianak: Kalbar Mandiri Pangan.
DKP Provinsi Kalimantan Barat. 2022. Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan (Food Security and Vulnerability Atlas). Pontianak: Kalbar Mandiri Pangan.
Kurniawan, D. T. 2015. Ketersediaan Pangan sebagai Indikator Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan. Journal of Research and Technology, 1(1), 45-51.
Namira, Y. 2016. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi impor Beras di Indonesia (Bachelor's thesis, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta).
Nazima, R. 2019. Pengaruh Profitabilitas, Leverage, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajemen dan Ukuran Dewan Komisaris terhadap Pengungkapann Manajemen Risiko. Skripsi. Semarang: Universitas Semarang, Fakultas Ekonomi.
Putri, Z. B., & Budiyanto, B. 2018. Pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap nilai perusahaan dengan kepemilikan manajerial sebagai Variabel Moderating. Jurnal Ilmu dan Riset Manajemen (JIRM), 7(3).
Sa’diyah, L. S. 2023. Pengaruh Luas Lahan, Biaya Produksi, dan Tenaga Kerja terhadap Pendapatan Petani Padi di Desa Deketagung Kecamatan Sugio Kabpaten Lamongan. Skripsi. Surabaya: Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.
Saputro, W. A., Fidayani, Y. 2020. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani di Kabupaten Klaten. Jurnal Agrica, 13(2), 115-123.
Zamrodah, Y. 2020. Penyusunan Indeks Ketahanan Pangan Kabupaten Probolinggo. Jurnal Ilmiah Sosio Agribis, 20(2).