PENGARUH PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH IKAN DAN BIOCHAR KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE PADA TANAH GAMBUT

Authors

  • Randawati Randawati Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak
  • Basuni Basuni Agrotechnology Study Program, Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak
  • Agus Ruliyansyah Plantation Plant Cultivation Study Program, Faculty of Agricullture, Tanjungpura University, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v14i2.90997

Keywords:

kale, fish waste liquid fertilizer, peat soil, wood biochar.

Abstract

Kale (Brassica oleraceae var. sabellica) merupakan tanaman hortikultura yang memiliki fisik mirip dengan brokoli dan kubis, tetapi memiliki perbedaan yaitu daun memanjang dan lebih bergelombang di bagian tepi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi dan mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair limbah ikan dan dosis biochar kayu berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan Jln. Sepakat 2 ujung, Pontianak tenggara, Kalimantan Barat berlangsung pada Juni "“ Agustus 2024. Penelitian ini menggunakan polybag yang disusun dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor perlakuan pertama yaitu: perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah ikan (P) terdiri dari 4 taraf yaitu 50 ml/l, 100 ml/l, 150 ml/l, 200 ml/l, kemudian faktor kedua yaitu: perlakuan pemberian biochar kayu (B) terdiri dari 3 taraf yaitu 4 ton/ha, 6 ton/ha, 8 ton/ha. Setiap perlakuannya terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 144 unit sampel pengamatan dalam penelitian. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi: jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa Terdapat interaksi antara pemberian pupuk organik cair limbah ikan dan biochar kayu berpengaruh terhadap berat segar tanaman dan berat kering tanaman kale. Pertumbuhan dan hasil tanaman kale terbaik adalah pada pemberian pupuk organik cair limbah ikan konsentrasi 100 ml/l dan biochar kayu 6 ton/ha dengan rerata berat segar tanaman 441,98 g dan berat kering tanaman 34,74 g.

References

Aliamin, A., D. Anggorowati, dan S. Budi. 2023. Pengaruh Biochar Sekam Padi dan Pupuk Organik Cair Urine Sapi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Seledri pada Tanah Aluvial. Jurnal Sains Pertanian Equator, 12(3): 371-381.

Alianti, Y., S. Zubaidah, dan D. Saraswati. 2016. Tanggapan Tanaman Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) terhadap Pemberian Biochar dan Pupuk Hayati pada Tanah Gambut. Jurnal Agri Peat, 17(02): 115-125.

Asroh, A., dan E. Danial. 2023. Pengaruh POC Limbah Buah dan Biochar Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Sawi Pagoda (Brassica narinosa L). Lansium, 5(1): 20-28.

Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2017. Kalimantan Barat dalam Angka. Pontianak: Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.

Fauzi, E. R. 2019. Pengaruh Pemberian Biochar Tempurung Kelapa dan Pupuk N, P dan K terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Terung Putih Pada Tanah Gambut. Skripsi, Universitas Tanjungpura.

Gani, A. 2009. Potensi Arang Hayati “Biochar†sebagai Komponen Teknologi Perbaikan produktivitas lahan pertanian. Iptek Tanaman Pangan, 4(1), 33-48.

Gardner F.P., R.B. Pearce, dan R.L. Mitchell. 1991. Physiology of Crop Plants. Diterjemahkan oleh H. Susilo. Jakarta. Universitas Indonesia Press.

Lehmann, J., dan S. Joseph. 2009. Biochar for Environmental Management: Science and Technology. Routledge.

Mulyatun. 2016. Sumber Energi Terbaurkan dan Pupuk Organik Dari Limbah Kotoran Sapi. Dimas: Jurnal Pemikiran Agama Untuk Pemberdayaan, 16(1):191-214.

Nurhayati, N., R. Razali, dan Z. Zuraida. 2014. Peranan Berbagai Jenis Bahan Pembenah Tanah terhadap Status Hara P dan Perkembangan Akar Kedelai pada Tanah Gambut Asal Ajamu Sumatera Utara. Jurnal Floratek, 9(1): 29-38.

Riyanti, Y. R., dan N. Nurjani. 2016. Pengaruh Konsentrasi Pupuk Organik Cair Kotoran Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Selada Secara Hidroponik. Jurnal Sains Pertanian Equator, 6(1).

Santi, L.P dan D.H. Geonadi. 2010. Pemanfaatan Biochar sebagai Pembawa Mikroba untuk Pemantapan Agregat Tanah Ultisol dari Tanam Bogo Lampung. Menara Perkebunan 78(2): 52-60.

Sitompul, S.M. dan B. Guritno. 1995. Analisis Pertumbuhan Tanaman. Yogyakarta.UGM Press.

Susanto, R. 2002. Peranan Pertanian Organik: Pemasyarakatan dan Pengembangannya. Penerbit Kanisius. Yogyakarta.

Tribuyeni, T., S. Syahrudin, dan L. Widiastuti. 2016. Pemberian Biochar Tempurung Kelapa dan Pupuk Organik Cair terhadap Pertumbuhan dan Hasil Kubis Bunga (Brassica oleraceae var. Botrytis L.) pada Tanah Gambut Pedalaman. AgriPeat, 17(01): 1-10.

Zulfita, D., Surachman dan E. Santoso, 2020. Aplikasi Biochar Sekam Padi dan Pupuk NPK terhadap Serapan N, P, K dan Komponen Hasil Jagung Manis di Lahan Gambut. Jurnal Ilmiah Hijau Cendikia, 5(1), 42-49.

Zulkarnain, 2013. Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta: Bumi Aksara.

Downloads

Published

2025-03-03

Issue

Section

Articles