SIFAT FISIKA TANAH ENTISOL PADA PENGGUNAAN PERTANIAN PADI SAWAH DI DESA KUALA DUA KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i2.91839Keywords:
Fisika Tanah, Padi, Sawah.Abstract
Padi merupakan komoditas utama pertanian yang menghasilkan produk berupa beras sebagai sumber karbohidrat utama yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Penelitian bertujuan menganalisis sifat fisika tanah Entisol pada penggunaan pertanian padi sawah di Desa Kuala Dua Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian dilakukan dari bulan Juni-September 2024. Penelitian menggunakan metode survei lapangan dengan melakukan pengamatan, pengambilan sampel tanah dan dokumentasi lapangan. Titik pengamatan terdiri lahan T dan W yang diambil masing-masing 5 titik sampel yang ditentukan dengan sistem diagonal. Data yang diperoleh dari hasil analisis Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah dan Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah akan disajikan dalam bentuk grafik dan tabel kemudian dijelaskan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bobot isi pada lahan T nilai 0,88 g/cm3 (rendah) dan lahan W nilai 1,05 g/cm3 (sedang), porositas total pada lahan T nilai 63,90% (porous) dan lahan W nilai 58,63% (baik), Nilai kadar air kapasitas lapangan pada kedua lahan tergolong dalam kriteria tinggi dengan nilai yang berbeda lahan T nilai (59,64%) dan lahan W (52,78%), permeabilitas pada lahan T nilai 5,86 cm/jam (sedang) dan lahan W nilai 6,93 cm/jam (agak cepat), C-organik pada lahan T nilai 3,52% (tinggi) dan lahan W nilai 2,22% (sedang).References
Darmayati, F. D., dan Sutikto, T. 2019. Estimasi Total Air Tersedia Bagi Tanaman pada Berbagai Tekstur Tanah Menggunakan Metode Pengukuran Kandungan Air Jenuh. Berkala Ilmiah Pertanian, 2(4), 164-168.
Hanafiah, K.A. 2009. Dasar Dasar Ilmu Tanah. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta.
Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.
Haridjaja, O., Baskoro, D. P. T., dan Setianingsih, M. 2013. Perbedaan Nilai Kadar Air Kapasitas Lapang berdasarkan Metode Alhricks, Drainase Bebas, dan Pressure Plate pada Berbagai Tekstur Tanah dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Bunga Matahari (Helianthus annuus L.). Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 15(2), 52-59.
Hillel, D. 1986. Modelling in Soil Physics: A Critical Review. In: Boersma, L.L., Ed., Future Developments in Soil Science Research, Soil Science Society of America, Madison.
Saputra, D. D., Putrantyo, A. R., dan Kusuma, Z. 2018. Hubungan Kandungan Bahan Organik Tanah dengan Berat Isi, Porositas dan Laju Infiltrasi pada Perkebunan Salak di Kecamatan Purwosari Kabupaten Pasuruan. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 5(1), 647-654.
Sarief, E. S. 1969. Fisika Tanah Dasar. Serial Publikasi Ilmu-Ilmu Tanah. Fakultas Pertanian Universitas Padjajaran: Bandung. 120 Halaman.
Schjonning, P., Jensen, J. L., Bruun, S., Jansen, L. S., Christensen, B. T., Munkholm, L. J., Oelofse, M., Baby, S., dan Knudsen, L. 2018. The Role of Soil Organic Matter for Maintaining Crop Yields: Evidence for a Renewed Conceptual Basis. Advances in Agronomy, 150, 35-79.
Suryadi, U. E. 2021. Fisika Tanah, Universitas Tanjungpura Press, Pontianak.
Tang, B. Y., dan Swari, W. D. 2018. Karakterisasi Struktur Bawah Permukaan Tanah Pekebunan pada Kebun Contoh Politani Kupang Menggunakan Metode Georadar. Jurnal Geocelebes, 2(20), 70-77.
Yashinta, Nusantara, R. W., dan Manurung, R. 2024. Karakteristik Fisika Tanah Ultisol pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Lumut Kecamatan Toba Kabupaten Sanggau. Jurnal Pedontropika, 10(1), 27-37.