PREDIKSI EROSI TANAH PADA LAHAN KELAPA SAWIT DI DESA LUMUT KECAMATAN TOBA KABUPATEN SANGGAU
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.93099Keywords:
Erosi Toleransi, Indeks Bahaya Erosi, Metode USLE, Taksiran Erosi, Tindakan KonservasiAbstract
Potensi masalah yang dapat mengancam keberlanjutan pertanian dan kesuburan tanah adalah erosi tanah, terutama pada lahan perkebunan kelapa sawit di Desa Lumut yang memiliki berbagai macam kemiringan lereng. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Memprediksi tingkat erosi tanah menggunakan metode USLE, Mengetahui tingkat indeks bahaya erosi (IBE) dengan menggunakan metode erosi yang dapat ditoleransi, dan tindakan konservasi yang dapat dilakukan pada lahan kelapa sawit di Desa Lumut, Kecamatan Toba, Kabupaten Sanggau. Titik pengamatan diambil sebanyak 22 titik pengamatan pada 8 satuan lahan, pada setiap satuan lahan memiliki jenis tanah dan kemiringan lereng yang berbeda "“ beda. Kemudian, data dianalisis menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation) Hasil penelitian nilai erosi aktual tertinggi terdapat pada SL 7 yaitu sebesar 3922,66 ton/ha/thn, sedangkan untuk erosi aktual yang terendah terdapat pada SL 6 sebesar 879,73 ton/ha/thn. Indeks bahaya erosi tertinggi terdapat pada titik SL 7 sebesar 55,95 dan indeks bahaya erosi terendah berada pada titik SL 6 sebesar 14,76. Tindakan konservasi yang dapat dilakukan untuk menekan besarnya erosi tanah dengan menggunakan tindakan konservasi penanaman tanaman penutup tanah rendah pada tanaman perkebunan dengan kerapatan tinggi dari hasil perhitungan tindakan konservasi tersebut mampu mengurangi tingkat bahaya erosi secara signifikan.References
Arsyad, S., (2010)., Konservasi Tanah dan Air. Penerbit Institut Pertanian Bogor (IPB Press),
Bogor.
Apriani, N, Usman, A., dan Mapangja, B. (2021). Prediksi Erosi Berdasarkan Metode
Universal Soil Loss Equation (Usle) Untuk Arahan Penggunaan Lahan DiDaerah
Aliran Sungai Lawo 13.
Ardianto, K, dan Amri, Al Ikhsan. (2017). Pengukuran dan Pendugaan Erosi pada Lahan
Perkebunan Kelapa Sawit dengan Kemiringan Berbeda. Journal:
eArticle,RiauUniversity.
Fajeriana, N., & Risal, D. (2023). Peningkatan Pemahaman Tentang Potensi Erosi: Erosivitas
dan Erodibilitas Dengan Simulasi Hujan Pada Topografi dan Tutupan Lahan yang
Berbeda. Abdimas: Papua Journal of Community Service, 5(1), 64-74.
Hardjowigeno, S. dan Widiatmaka. (2007). Evaluasi Kesesuaian Lahan dan Perencanaan
Tataguna Lahan. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Hariyanto, R. D., Harsono, T. N., & Fadiarman, F. (2019). Prediksi laju erosi menggunakan
metode USLE (universal soil loss equation) di Desa Karang Tengah Kecamatan
Babakan Madang Kabupaten Bogor. J. Geogr. Edukasi Dan Lingkung. JGEL, 3(2), 92.
Marpaung, E. J., (2010). Kemantapan agregat Ultisol pada beberapa penggunaan lahan dan
kemiringan Lereng. Jurnal Hidrolitan.
Roeska, E. Yunus. Y., dan Sofyan M. S., (2017). Tingkat Bahaya Erosi Dan Faktor Keamanan
Lereng Pada Jalan Banda Aceh - Calang. Jurnal Teknik Sipil.
Whischmeier, W. H., dan D. D Smith. (1987). Agricultural handbook 537 Predicting rainfall
erosion losses.
Wood SR, Dent FJ. 1983. LECS. A land evaluation computer system methodology. Center for
Soil Research, Bogor - AARD. AGOF/INS/7 8/006. Manual 5 Version 1.