STRUKTUR KOMUNITAS FITOPLANKTON DI KAWASAN PERAIRAN DANAU LIUT

Authors

  • Angghina Choirunnisa Lubis Universitas Tanjungpura
  • Widadi Padmarsari Soetignya
  • Mardan Adijaya
  • Bambang Kurniadi

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.96217

Keywords:

Danau, Fitoplankton, Keanekaragaman, Kelimpahan, Sintang

Abstract

Danau Liut merupakan salah satu danau yang ditetapkan sebagai danau lindung oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang. Danau ini terbentuk akibat terputusnya Sungai Ketungau dan membentuk danau tapal kuda (oxbow lake). Danau Liut berhubungan langsung dengan DAS ketungau yang dimana di sekitaran sungai ketungau didapati adanya kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) dan maraknya aktivitas destructive fishing seperti aktivitas menuba dengan menggunakan pestisida dan dengan setrum, maka tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah aktivitas-aktivitas tersebut mempengaruhi kualitas air di perairan Danau Liut, dengan ditinjau melalui parameter fisika, parameter kimia, dan parameter biologi. Penelitian ini dilakukan dari Agustus-Oktober 2024 di Danau Liut Kecamatan Ketungau Tengah, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Pengambilan sampel fitoplankton menggunakan plankton net, dan pengukuran parameter fisika-kimia dengan uji laboratorium. Analisis data menggunakan komposisi genus, kelimpahan relatif, regresi linier berganda, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan komposisi genus fitoplankton yang ditemukan di Danau Liut sebanyak 13 genus yang dikelompokkan menjadi 5 kelas. Nilai kelimpahan relatif rata-rata tertinggi yaitu genus Navicula sp., 62,76% dan Gleocapsa sp., 44,68%. Nilai indeks keanekaragaman dan keseragaman fitoplankton di Danau Liut tergolong tinggi, dan Indeks Dominansi fitoplankton tergolong rendah.

References

Abreu JL, Brito LO, De Lima PCM; Silva SMBC, Severi W, Gálvez AO 2019. Effects of addition of Navicula sp.(diatom) in different densities to postlarvae of shrimp Litopenaeus vannamei reared in a BFT system: Growth, survival, productivity and fatty acid profile. Aquac Res.

Haninuna, E. D., Gimin, R., dan Kaho, L. M. R. 2015. Pemanfaatan fitoplankton sebagai bioindikator berbagai jenis polutan di perairan intertidal kota Kupang. Jurnal Ilmu Lingkungan.

Odum, E. P. 1998. Dasar-dasar ekologi. Terjemahan dari Fundamentals of Ecology. Alih bahasa: Samingan dan Srigandono. Edisi ketiga. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Permatasari, R. D., Djuwito, D., & Irwani, I. 2016. Pengaruh kandungan nitrat dan fosfat terhadap kelimpahan diatom di muara sungai wulan, demak. Management of Aquatic Resources Journal.

Rahman, A., Pratiwi, N. T. M., & Hariyadi, S. 2016. The structure of phytoplankton communities in lake toba, north sumatera. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia.

Samudra, S. R., Soeprobowati, T. R., & Izzati, M. 2013. Komposisi, kemelimpahan dan keanekaragaman fitoplankton danau rawa pening kabupaten semarang. Bioma : Berkala Ilmiah Biologi.

Wu, Y., Lin, H., Yin, W., Shao, S., Lv, S., & Hu, Y. (2019). Water quality and microbial community changes in an urban river after micro-nano bubble technology in situ treatment.

Yuliana, dan Asriyana. Produktivitas Perairan. Diedit oleh Dwi Nini Sutini. Jakarta: Alfabeta, 2012.

Yusanti IA. 2019. Kelimpahan zooplankton sebagai indikator kesuburan perairan di rawa banjiran Desa Sedang Kecamatan Suak Tapeh Kabupaten Banyuasin. Jurnal Ilmiah Matematika.

Zhang, W., Liu, J., Xiao, Y., Zhang, Y., Yu, Y., Zheng, Z., … & Li, Q. 2022. The impact of cyanobacteria blooms on the aquatic environment and human health.

Downloads

Published

2025-10-24

Issue

Section

Articles