POTENSI SPORA MIKORIZA VESIKULAR ARBUSKULAR PADA LAHAN TANAMAN KELAPA SAWIT YANG BERBEDA UMUR DI DESA SUNGAI AMBANGAH KABUPATEN KUBU RAYA

Authors

  • Etik Sofiyati Universitas Tanjungpura
  • Rossie Wiedya Nusantara Universitas Tanjungpura
  • Sutarman Gafur Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.97243

Keywords:

diversity, entisol soil, MVA, oil palm age, population.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan populasi dan mengkaji keanekaragaman Mikoriza Vesikular Arbuskular (MVA) pada lahan tanaman kelapa sawit yang berbeda umur (3, 8, dan 14 tahun) di Desa Sungai Ambangah, Kabupaten Kubu Raya. Jenis tanah yang terdapat pada tiga lahan tersebut yaitu tanah entisol yang dikenal memiliki kesuburan rendah. Metode penelitian meliputi pengambilan sampel tanah diambil secara acak dari masing-masing lahan pada kedalaman 0-15 cm dan dianalisis di laboratorium jumlah spora mikoriza, keanekaragaman jenis, serta sifat fisik dan kimia tanah. Analisis mikoriza dilakukan menggunakan metode tuang saringan basah untuk mengisolasi spora (Cahyani, et al., 2014). Hasil menunjukkan bahwa populasi spora tertinggi ditemukan pada lahan berumur 14 tahun (1.547 spora), umur 3 tahun (1.026 spora), dan 8 tahun (855 spora). Keanekaragaman jenis spora berdasarkan Indeks Shannon-Wiener tergolong sedang, yaitu 2,16 (3 tahun), 2,02 (8 tahun), dan 2,34 (14 tahun). Tiga jenis mikoriza yang ditemukan adalah Acaulospora sp., Glomus sp., dan Gigaspora sp., dengan Acaulospora sp. mendominasi populasi. Penelitian ini menegaskan bahwa umur tanaman kelapa sawit mempengaruhi potensi mikoriza dalam tanah, dan informasi ini penting untuk pengelolaan lahan kelapa sawit berkelanjutan.

References

Brady, N. C., & Weil, R. R. (2017). The Nature and Properties of Soils (15th ed.). Boston, MA: Pearson Education, Inc. 5(1), 25-37.

Cahyani, N, Nurhatika, S., & Muhibuddin, A. (2014). Eksplorasi mikoriza vesikular arbuskular indigenous pada tanah aluvial di Kabupaten Pamekasan Madura. Jurnal Sains dan Seni ITS, 3(1), 104-115.

Farrasati, R., Pradiko, I., Rahutomo, S., Sutarta, E. S., Santoso, H., & Hidayat, F. (2019). C organik Tanah di Perkebunan Kelapa Sawit Sumatera Utara: Status dan Hubungan dengan Beberapa Sifat Kimia Tanah. Jurnal Tanah dan Iklim, 43(2), 1-10.

Frossard, E., Tekele, S., Bunemann, E. K., & Oberson, A. (2022). Microbial phosphorus cycling and its relation to soil phosphorus availability. Soil Biology and Biochemistry, 168, 108-239.

Hardjowigeno, S. (2015). PengantarIilmu Tanah. (edisis revisi) Yogyakarta: Penerbit Andi. 11(2), 211-223.

Irawan, I., Sugiyarto, S., & Anas, I. (2017). Peran bahan organik terhadap sifat fisik tanah dan produktivitas tanaman. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 4(2), 473-481.

Lubis, M., Rini, S., & Palasta, R. (2019). Efektivitas Mikoriza pada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit. Jurnal Agronomi. 6(4), 102-115.

Magurran, A.E. (2004). Ecologicl Diversity and Its Measurement. Chapman and Hall: USA. 1(3), 57-64.

Nurhidayati, A., Rosidah, & Fitriani, S. (2020). Pengaruh sifat tanah terhadap diversitas mikoriza vesikular arbuskular di perkebunan kelapa sawit. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 25(1), 56-64.

Rachmady, T. A., Wisnubroto, M. P., & Subiksa, I. G. M. (2024). Hubungan antara sistem perakaran dan keberagaman mikoriza arbuskular. Jurnal Agrikultura, 35(1), 25-32.

Rahmadila, H., Umran, I., & Junaidi, J. (2022). Studi mikoriza arbuskular pada beberapa tipe penggunaan lahan kering di Desa Kepayang, Kecamatan Anjongan, Kabupaten Mempawah. Jurnal Sains Pertanian Equator, 10(1), 45-52.

Santoso, H., (2021). Karakteristik Tanah Entisol di Indonesia. Ilmu Tanah. 15(3), 133-140.

Setiadi, Y. & Setiawan, T. (2021). Keragaman mikoriza arbuskular pada berbagai jenis tanah di wilayah tropis. Jurnal Agrikultura, 35(1), 42-49.

Setyorini, D., Sulaeman, Y., Agus, F., & Hartatik, W. (2017). Petunjuk Teknis Evaluasi Kesuburan Tanah dan Rekomendasi Pemupukan. Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, Badan Litbang Pertanian, Kementan RI. 9(3), 22-35.

Suharta, N. (2017). Karakteristik fisik tanah dan pengaruhnya terhadap ketersediaan air. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 19(1), 27-34.

Syamsiyah, J., Mulyani, A., & Hartatik, W. (2019). Potensi bahan organik dalam meningkatkan efisiensi pupuk fosfat pada tanah masam. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 6(1), 123-132.

Widiastuti, H., Sukarno, N., Darusman, L. K., Goenadi, D. H., Smith, S., & Guhardja, E. (2016). Aktivitas fosfatase dan produksi asam organik di rhizosfer dan hifosfer bibit kelapa sawit bermikoriza. Menara Perkebunan, 71(2), 58-72.

Wisnubroto, M. P., Rachmady, T. A., & Subiksa, I. G. M. (2024). Eksplorasi dan Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskular pada Tanaman Perkebunan. Jurnal Agrikultura, 35(1), 15-24.

Yanti, I., Suryani, E., & Fauziah, A. (2021). Pengaruh kadar air terhadap kandungan C-organik dan pH tanah di lahan pertanian. Jurnal Kimia dan Lingkungan, 5(2), 111-127.

Yulnafatmawita, Darmosarkoro, W., & Agus, F. (2019). Peran tandan kosong kelapa sawit sebagai sumber bahan organik tanah. Jurnal Tanah dan Iklim, 43(1), 13-22.

Downloads

Published

2025-09-18

Issue

Section

Articles