PENGARUH RED MUD DAN PUKAN SAPI TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA N, P, DAN K PADA ULTISOLS UNTUK TANAMAN JAGUNG
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.98883Keywords:
Cattle Manure, Corn Plants, Red mud, Ultisol SoilAbstract
Tanah Ultisol merupakan satu diantara jenis tanah yang tersebar luas di Indonesia terutama Kalimantan Barat dan berpotensi untuk digunakan sebagai lahan budidaya tanaman jagung Hibrida. Berdasarkan karakteristiknya, Ultisol memiliki kendala apabila dijadikan lahan pertanian yaitu memiliki pH yang masam hingga sangat masam, unsur harayang rendah, KTK rendah, dan kejenuhan basa rendah. Upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan penambahan amilioran berupa red mud dan pukan sapi disertai dengan pupuk dasar NPK majamuk (10 g/polybag). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk mengetahui pengaruh perlakuan terhadap analisis ANOVA dengan uji F. Apabila terdapat beda nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji Duncan"™s Multiple Range Test (DMRT) dengan taraf kepercayaan 5%. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama yaitu red mud sebanyak 4 taraf R0 (Tanpa Perlakuan), R1 (100 gram/polybag), R2 (200 gram/polybag), R3 ( 300 gram/polybag) dan faktor kedua Pupuk Kandang Sapi sebanyak 3 taraf S0 (Tanpa Perlakuan), S1( 800 g/polybag), S2 ( 1.200 g/ polybag), sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 36 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan interaksi red mud dan pupuk kandang sapi berpengaruh nyata terhadap Ketersedian Salinitas, pH, Fosfor dan Daya Hantar Listrik. Pemberian red mud secara tunggal memberikan pengaruh pada paremter ketersedian pH, Fosfor, Daya Hantar Listrik, C-organik, Tinggi Tanaman dan Diameter Batang. Pemberian pupuk kandang Sapi secara tunggal memberikan pengaruh pada semua parameter.References
Anugrah, D. E., Setiawan, T. P., Sasmita, R., Aulia, E., Aminingsih, R., Sari, V. N., Hajijah, S. W., Kencana, Y. D., Nugraha, E. D. S., dan Safitri, I. K. 2022. Penggunaan Indikator Fisiologis untuk Menentukan Tingkat Cekaman Salinitas pada Tanaman Padi (Oryza sativa L.). Jurnal Agroqua: Media Informasi Agronomi dan Budidaya Perairan, 20(1), 50–65.
Dinda Adisty, U. 2023. Pemanfaatan Kompos Kotoran Sapi untuk Memperbaiki Sifat Kimia Ultisol dan Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Trembesi (Samanea saman) [PhD Thesis, Universitas Andalas].
Fadilla, P. J. 2021. Ta: Pemanfaataan Bottom Ash sebagai Adsorben Zat Warna dan Cod Limbah Industri Tekstil (Studi Kasus Pt Tci Kabupaten Bandung) [PhD Thesis, Institut Teknologi Nasional Bandung].
Fadilla, P. J. 2021. Ta: Pemanfaataan Bottom Ash sebagai Adsorben Zat Warna dan Cod Limbah Industri Tekstil (Studi Kasus Pt Tci Kabupaten Bandung) [PhD Thesis, Institut Teknologi Nasional Bandung].
Handayanto, E., Muddarisna, N., dan Fiqri, A. 2017. Pengelolaan Kesuburan Tanah. Universitas Brawijaya Press.
Kusumaningrum, R. D. 2011. Imbangan Pupuk Anorganik dan Pupuk Kandang Sapi yang Diperkaya dengan Seresah Gliricidia Maculata terhadap Serapan Fosfat dan Hasil Padi Sintanur di Alfisol.
Laksitarani, S. D., Dewanto, E., dan Rokhminarsi, E. 2020. Efektivitas Pupuk Kandang Berbasis Kompos Azolla microphylla dan Pemakaian Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan serta Hasil Tomat Cherry. Jurnal Agro Wiralodra, 3(1). https://www.academia.edu/download/110384830/25.pdf.
Naibaho, N. D. 2019. Pupuk Kandang Sapi dan Pupuk Fosfor Memperbaiki Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays saccharata L) pada Tanah Ultisol Simalingkar.
Nurhartanty, P. A. 2024. Modifikasi Residu Bauksit (Red Mud) Kalimantan Barat dengan Magnesium Oksida sebagai CO2 Capture [PhD Thesis, Universitas Jambi]. https://repository.unja.ac.id/64922/.
Nurkhamim, N., Wardani, E. R., Poetranto WA, D., dan Purwanta, J. 2023. Pemanfaatan batubara dan limbah abu batubara. LPPM UPN Veteran Yogyakarta.
Rahayu, D. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Kotoran Sapi pada Media Tanam Tanah, Pasir dan Serbuk Kayu Terhadap Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens l.). UIN Sunan Ampel. Surabaya. https://core.ac.uk/download/pdf/328277402.pdf
Rahmann, G., Andres, C., Yadav, A. K., Ardakani, R., Babalad, H. B., Devakumar, N., Goel, S. L., Olowe, V., Ravisankar, N, dan Saini, J. P. 2017. Innovative Research for Organic 3.0-Volume 1: Proceedings of the Ccientific Track at the Organic World Congress 2017, November 9-11 in Delhi, India. Thünen Report. https://www.econstor.eu/handle/10419/171337.
Santini, T. C., Kerr, J. L., dan Warren, L. A. 2015. Microbially-driven Strategies for Bioremediation of Bauxite Residue. Journal of Hazardous Materials, 293, 131–157.
Septyani, I. A. P., dan Hamdi, F. H. 2022. Pemanfaatan Ameliorasi dari Biochar Sekam Padi dalam Meningkatkan Kesuburan Tanah di Lahan Bekas Tambang Batubara. Jurnal Agroplasma, 9(1), 1–9.
Syahputra, E. 2015. The Characteristics of the Chemichal Properties of Ultisols Sub Groups in Some Areas of Northern Sumatra. Jurnal Agroekoteknologi Universitas Sumatera Utara, 4(1), 107105.
Umaroh, W. A. 2019. Pengaruh Pemberian Pupuk Kandang Sapi Dan Kirinyuh Pada Berbagai Waktu Inkubasi Terhadap Ketersediaan NPK Tanah Pasir Pantai Dan Pertumbuhan Tomat [PhD Thesis, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta]. http://eprints.upnyk.ac.id/19017/.
Wulandari, F., dan Anorganik, B. K. K. 2016. Sintesis dan Karakterisasi Aluminosilkat Mesopori dari Red Mud Pulau Bintan sebagai Sumber Alumina. Surabaya: Tesis Institut Teknologi Sepuluh Nopember. https://repository.its.ac.id/81721/1/1414201039-Master_Thesis.pdf.