PENGARUH CRUDE EKSTRAK STREPTOMYCES GBSR1 TERHADAP SUSUT BOBOT BUAH CABAI (CAPSICUM ANNUM L.) PASCAPANEN TERSERANG COLLETOTRICHUM CAPSICI

Authors

  • Amina Amina Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak 78124, Indonesia
  • Maherawati Maherawati Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak 78124, Indonesia
  • Cico Jhon Karunia Simamora Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Pontianak 78124, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v15i2.98892

Keywords:

Antraknosa, Biokontrol, Hortikultura, Mutu, Penyimpanan

Abstract

Cabai merah (Capsicum annuum L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang rentan mengalami kerusakan pascapanen akibat infeksi Colletotrichum capsici sehingga dapat memicu peningkatan susut bobot dan kerugian hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas crude ekstrak Streptomyces GBSR1 dalam menekan laju susut bobot cabai selama penyimpanan. Rancangan penelitian menggunakan RAL dengan berbagai konsentrasi ekstrak (0, 500, 1000, 1500, dan 2000 ppm), kemudian disimpan pada suhu ruang selama 7 hari. Pengamatan dilakukan setiap hari dan dianalisis dengan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua perlakuan mengalami peningkatan susut bobot seiring lama penyimpanan, namun laju penurunan berbeda antar konsentrasi. Konsentrasi 1500 ppm terbukti paling optimal dengan laju susut bobot terendah sebesar 0,1046% per hari dan nilai R ² tertinggi (0,8298). Efektivitas ini diduga berasal dari metabolit sekunder Streptomyces yang bersifat antibakteri, antifungi, dan antioksidan. Sebaliknya, konsentrasi rendah maupun terlalu tinggi belum memberikan hasil maksimal karena aktivitas senyawa bioaktif kurang efektif atau bersifat antagonis. Kontribusi penelitian ini adalah memberikan dasar ilmiah penggunaan Streptomyces sebagai alternatif ramah lingkungan pengendalian pascapanen cabai.

References

Abdelhalim, A., Mazrou, Y. S. A., Shahin, N., El-Kot, G. A., Elzaawely, A. A., Maswada, H. F., Makhlouf, A. H., & Nehela, Y. (2024). Enhancing the Storage Longevity of Apples: The Potential of Bacillus subtilis and Streptomyces endus as Preventative Bioagents against Post-Harvest Gray Mold Disease, Caused by Botrytis cinerea. Plants, 13(13).

Calabrese, E. J., & Blain, R. B. (2011). The hormesis database: the occurrence of hormetic dose responses in the toxicological literature. Regulatory Toxicology and Pharmacology, 61(1), 73-81.

Fardiyanti, R. (2021). Ragam Jenis Streptomyces sp pada Rizosfer Tanaman Suku Liliacea di Kawasan Desa Sumber Bening. Konservasi Hayati, 17(1), 29–34.

Heng, J. L. S., Shah, U. K., Rahman, N. A. A., Shaari, K., & Hamzah, H. (2015). Streptomyces ambofaciens S2—a potential biological control agent for colletotrichum gleosporioides the causal agent for anthracnose in red chilli fruits. J Plant Pathol Microbiol S, 1(2).

Kaari, M., Joseph, J., Manikkam, R., Sreenivasan, A., Venugopal, G., Alexander, B., & Krishnan, S. (2022). Anti-biofilm activity and biocontrol potential of Streptomyces cultures against Ralstonia solanacearum on tomato plants. Indian Journal of Microbiology, 62(1), 32-39.

Kommula, S. K. (2017). Effect of Various Factors (Temperature, pH and Light Intensity) on Growth of Colletotrichum capsici Isolated from Infected Chilli. International Journal of Pure & Applied Bioscience, 5(6), 535–543.

Liu, Y., Song, Q., Yin, F., Liang, Y., Song, M., He, M., & Shuai, L. (2025). Colletotrichum capsici-Induced Disease Development in Postharvest Pepper Associated with Cell Wall Metabolism and Phenylpropanoid Metabolism. Horticulturae, 11(7), 794.

Sadiah, F., Nurchayati, Y., & Saptiningsih, E. (2021). Pengaruh Ekstrak Daun Suren (Toona sinensis Merr.) Pada Tanaman Cabai Rawit Yang Diinfeksi Spora Colletotrichum capsici Terhadap Pertumbuhan, Kandungan Pigmen Dan Vitamin C. Life Science, 10(2), 120-131.

Saxena, A., Raghuwanshi, R., Gupta, V. K., & Singh, H. B. (2016). Chilli anthracnose: The epidemiology and management. Frontiers in Microbiology, 1–18.

Sektiono, A. W., Kajariyah, S. N., & Djauhari, S. (2017). Uji Antagonisme Actinomyceters Rhizosfer dan Endofit Akar Tanaman Cabai (Capsicum frutescens L.) Terhadap Jamur Colletotrichum capsici (Syd.) Bult et Bisby. Jurnal Hama Dan Penyakit Tumbuhan, 4(1), 17–23.

Sopialena, S. (2018). Pengendalian Hayati dengan memberdayakan potensi mikroba. Pengendalian Hayati dengan Memberdayakan Potensi Mikroba, 104.

Stover, E., Scotto, D., Wilson, C., & Salyani, M. (2002). Spray applications to citrus: overview of factors influencing spraying efficacy and off-target deposition. Institute of food and agricultural sciences, University of Florida.

Sudarmadji, S. (1984). Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian.

Suganda, T., Rizqullah, A. F., & Widiantini, F. (2023). Ekstrak Air Biji Adas (Foeniculum vulgare Mill.) Efektif Menekan Jamur Colletotrichum sp., Penyebab Penyakit Antraknosa Cabai dalam Uji In-Vitro. Agrikultura, 34(2), 228.

Syabana, M. A., & Syafendra, Y. (2013). Pengendalian Penyakit Antraknosa (Colletotrichum capsici) Pada Cabai Merah Dengan Beberapa Bakteri Sebagai Agen Biokontrol. Jurnal Agroekoteknologi, 5(1).

Wigunarti, A. H., Pujiyanto, S., & Suprihadi, A. (2019). Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Biji Kelor (Moringa oleifera L.) Terhadap Pertumbuhan Bakteri Staphylococcus aureus dan Bakteri Escherichia coli. Berkala Bioteknologi, 2(2).

Downloads

Published

2025-10-24

Issue

Section

Articles