PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH ALUVIAL
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.99185Keywords:
Bokashi Ampas Tebu, Kalium, Lobak Putih, Tanah AluvialAbstract
Lobak (Raphanus sativus L.)merupakan jenis tanaman sayuran semusim yang berbentuk umbi dan dapat tumbuh di berbagai dataran yang beriklim tropis. Lobak memiliki banyak kandungan vitamin, mineral dan kandungan gizi lainnya seperti fosfor, kalsium, vitamin A, B1 dan C, sehingga lobak dibudidayakan sebagai tanaman sayur dan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokashi ampas tebu dan kalium terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial serta mendapatkan dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di halaman Asrama Bengkayang, Jalan Sepakat 2, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan polybag dengan metode Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi ampas tebu (B) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 10 ton/ha, 20 ton/ha, 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk Kalium (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 150 kg/ha, 300 kg/ha, 450 kg/ha, sehingga didapat 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Masing-masing kombinasi perlakuan terdapat 3 tanaman sampel, sehingga terdapat 81 sampel tanaman. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun, berat kering tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa dosis bokashi ampas tebu dan kalium yang diuji pada penelitian ini belum memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah aluvial, serta berat segar yang dihasilkan pada penelitian ini masih terbilang rendah jika dibandingkan dengan deskripsi tanaman lobak, sehingga perlu dilakukan peningkatan hasil melalui perbaikan faktor-faktor penting.References
Ali N. B. V., dan Rahayu, E. 1995. Wortel dan Lobak. Jakarta: PT. Penebar Swadaya
Badan Pusat Statistika. 2020. Produksi Tanaman Lobak Tahun 2016-2020. Badan Pusat Statistika (BPS) Indonesia.
Elisa, 2010. Faktor Pembatas dan Hukum Minimum Liebig. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.
Hanafiah, K. A. 2010. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademi Pessindo
Hardjadi, S. S. 2003. Pengantar Agronomi. Jakarta: Gramedia
Kusnadi, H., Nuraini, Y., dan Handayanto, E. 2017. Pengaruh Pupuk Kalium Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Wortel Pada Tanah Inceptisol. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 4(1), 567-574.
Rasyid, B. 2006. Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman. Jurnal Pertanian Tropika, 5(2), 45-50.
Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid 3. Terjemahan oleh D. R. Lukman dan Sumaryono. Bandung: Institut Teknologi Bandung
Setyaningrum, H. D., dan Saparinto, C. 2014. Panen Sayur Secara Rutin di Lahan Sempit. Jakarta: Penebar Swadaya
Subowo, G. 2011. Peranan Pupuk Organik dalam Mendukung Pertanian Berkelanjutan. Jurnal Sumberdaya Lahan, 5(1), 17-24.
Sutanto, H. 2010. Pemanfaatan Bahan Organik dalam Pertanian. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press
Sutanto, R. 2002. Pupuk dan Pemupukan: Teknik dan Strategi dalam Meningkatkan Produktivitas Lahan. Yogyakarta: Kanisius
Sutejo, M. M., dan Kartasapoetra, A. G. 2022. Pengantar Ilmu Tanah dan Agroklimatologi. Jakarta: Rineka Cipta
Widowati, W., Rahayu S. E., dan Sunyoto, A. 2005. Pengaruh Pupuk Bokashi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Cabai. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 10(1), 21-27.
Yuwariah, Y., Hermansyah, dan Wulandari, A. 2015. Pengaruh Aplikasi Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Hortikultura. Jurnal Agrotek Indonesia, 2(3), 130-137.