PERBANDINGAN SIFAT FISIKA TANAH PADA LERENG ATAS DAN BAWAH DI LAHAN KELAPA SAWIT (ELAEIS GUNEENSIS JACQ) DESA SELALONG KECAMATAN SEKADAU HILIR KABUPATEN SEKADAU

Authors

  • Julian Enggar Setiawan Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Junaidi Junaidi Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak
  • Rinto Manurung Soil Science, Faculty of Agriculture, Universitas Tanjungpura, Pontianak

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.99483

Keywords:

Slope Class, Palm Oil Plantation

Abstract

Kelapa sawit (Elais Guineensi Jacq) umumnya dibudidayakan di lahan datar atau landai, tetapi juga bisa ditanam di lereng dengan beberapa pertimbangan. Produsi kelapa sawit di lereng yang curam atau sangat curam cenderung lebih rendah dibandingkan dengan lereng yang datar atau landai. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pertumbuhan dan hasil tanaman kelapa sawit pada berbagai topografi pada satu hamparan lahan. Topografi dapat mempengaruhi laju erosi pada lahan pertanian. Tingkat erosi yang tinggi mengangkut lebih banyak hara ke tempat yang lebih rendah sehingga menurunkan produktivitas lahan termasuk lahan pertanaman kelapa sawit. Sifat fisik tanah pada perkebunan kelapa sawit mencakup tekstur, struktur, permeabilitas, dan porositas. Tekstur tanah yang ideal untuk kelapa sawit adalah lempung berpasir dan lempung berdebu, sementara struktur yang baik adalah remah dengan keseimbangan pori dan bahan padat. Permeabilitas tanah yang baik memungkinkan air dan udara meresap ke dalam tanah, sedangkan porositas menentukan jumlah ruang pori dalam tanah yang mempengaruhi ketersediaan air dan udara bagi tanaman.

References

Ardianto, K. 2017. Pengukuran dan Pendugaan Erosi Pada Lahan Perkebunan Kelapa Sawit

Dengan Kemiringan Berbeda (Doctoral dissertation, Riau University).

Banjarnahor, N., Hindarto, K. S., dan Fahrurrozi, F. 2018. Hubungan Kelerengan Dengan Kadar Air Tanah, ph Tanah, dan Penampilan Jeruk Gerga Di Kabupaten Lebong. Jurnal IlmuIlmu Pertanian Indonesia, 20(1), 13–18.

Delsiyanti, Widjajanto D. 2016. "Sifast Fisik Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan." e-J.

Agrotekbis 4 : 3.

Hermawan. B, Mutiara. A, Tri Dame. W. O. P 2019. Hubungan Kemiringan Lahan dengan kadar Air Tanah dan Tampilan Tanaman Kelapa Sawit Menghasilkan. Seminar Nasional. Universitas Bengkulu.

Muhidin A. A., Darusman, dan Manfarizah. 2017. Perubahan Sifat Fisika Ultisol Akibat Pembenah Tanah dan Pola Tanam. Seminar Nasional Pascasarjana (SNP) Unsyiah. (19): 52-61.

Naldo, R.A. 2011. Sifat Fisika Ultisol Limau Manis Tiga Tahun Setelah Pemberian Beberapa Jenis Pupuk Hijau". J, Agroland. Fakultas Pertanian. Universitas Andalas.

Oudenhoven FJW, Mijatovic D, Eyzaguirre PB. 2011. Socialecological indicators of resilience in agrarian and natural landscapes. Management of Environmental Quality. 22(2): 154-173.

Putri, Marissa Dwi. 2017. Karakteristik Beberapa Sifat Tanah pada Berbagai Posisi Lereng dan penggunaan Lahan di Das Ciliwung Hulu. Tesis. Institut Bogor.

Rosyidah.E, dan Wirosoedarmo. R., 2013. Pengaruh Sifat Fisik Tanah pada Konduktivitas Hidrolik Jenuh di 5 Penggunaan Lahan. J. AGRITECH. Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Brawijaya.

Sahara, Marlina. 2014. Kajian Kelas Lereng dan Curah Hujan Terhadap Tingkat Kerawanan Longsor Di Kecamatan Pekuncen Kabupaten Banyumas. Skripsi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Geografi. Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Tambunan, R., Rajamuddin, U. A., dan Thaha, A. R. 2018. Beberapa Karakteristik Kimia Tanah Pada Berbagai Kelerengan Das Poboya, Kota Palu. Agrotekbis: Jurnal Ilmu Pertanian (ejournal), 6(2), 247-257.

Utami, R. 2004. Studi Keragaman Sifat Fisik Tanah Pada Suatu Transek Lereng. Jurusan Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Pontianak.

Vergani, C and Graf, F. 2015. Soil Permeability, Aggregate Stability and Root Growth : A Pot Experiment From A Soil Bioengineering Perspective. Ecohydrolofy.

Wahyuningtyas, R. S. 2011. Mengelola Tanah Ultisol Untuk Mendukung Pertumbuhan Tegakan. Jejak: Balai Penelitian Banjar baru. Galam, 5(1), 85-99.

Downloads

Published

2025-09-28

Issue

Section

Articles