PERBANDINGAN KONSENTRASI SENYAWA TANIN PADA LAHAN BUDIDAYA PERTANIAN DAN SEMAK BELUKAR DI LAHAN GAMBUT

Authors

  • Viesta Cahya Usela Universitas Tanjungpura
  • Evi Gusmayanti Universitas Tanjungpura
  • Gusti Zakaria Anshari Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jspe.v15i1.99587

Keywords:

Lahan Gambut, Penggunaan Lahan, Senyawa Organik, Tanin

Abstract

Provinsi Kalimantan Barat memiliki lahan gambut seluas 1,55 juta ha. Lahan gambut merupakan lahan marjinal yang digunakan untuk budidaya pertanian. Tingkat kesuburan lahan gambut rendah dengan kandungan senyawa organik seperti lignin, selulosa, hemiselulosa, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan konsentrasi senyawa tanin pada lahan gambut yang digunakan untuk budidaya pertanian hortikultura dan semak belukar. Penelitian dilaksanakan dari bulan Mei sampai Juli 2024. Sampel diambil dari 3 plot masing-masing lahan dengan jumlah 4 titik pengambilan. Pengukuran kandungan total tanin dilakukan menggunakan metode Folin-Denis dengan Spektrofotometer Uv-Vis pada panjang gelombang 740 nm. Hasil uji T taraf 5% menunjukkan bahwa konsentrasi senyawa tanin pada lahan budidaya dan lahan semak belukar berbeda tidak nyata. Hal ini diperkirakan karena kedua lahan sama-sama terindikasi telah terdekomposisi. Kesimpulan sementara penelitian bahwa konsentrasi senyawa tanin pada lahan budidaya sayuran dan semak belukar tidak berbeda signifikan.

References

Agus, F. dan Subiksa, I. G.M. 2008. Lahan Gambut: Potensi untuk Pertanian dan Aspek Lingkungan. Balai Penelitian Tanah dan World Agroforestry Centre 9ICRAF). Bogor. Indonesia. 36.

Anda, M., S., Suryani, E., Sukarman, Hikmat, M., Yatno, E., Mulyani, E., Subandiono, R. E., Suratman, & Husnain. 2021. Revisiting tropical peatlands in Indonesia: Semi-detailed mapping, extent and depth distribution assessment. Geoderma. 402: 115235.

Andeni, O. Y., E. Gusmyanti, G. Z. Anshari. 2024. Kandungan Fenol, Tanin, dan Total Koloni Bakteri Pendegradasi Fenol Pada Lahan Gambut yang Direstorasi Hidrologi. Jurnal Pertanian Agros. 26(1): 5582-5589.

Adriany, T. A., A. Pramono, dan P. Setyanto. 2016. Pemberian Amelioran Pupuk Kandang Ayam pada Penggunaan Lahan Gambut yang Berbeda Terhadap Emisi CO2. Ecolab. 10(2): 47-102.

Fengel, D. dan D. Wenger. 1995. Kimia Kayu, Reaksi, Ultrastruktur, terjemahan S. Hardono. UGM press, Yogyakarta.

Fitra, Salma J. 2018. Pengaruh Pemupukan Pada Lahan Gambut Terhadap Karakteristik Tanah, Emisi Co2, Dan Produktivitas Karet. Sarjana thesis, Universitas Brawijaya.

Hartatik, W., Subiksa, I.G.M. dan Dariah, Ai. 2011. Sifat Kimia dan Fisik Tanah Gambut. Pada: Pengelolaan Lahan Gambut Berkelanjutan. Bogor: Balai Penelitian Tanah, pp. 45.

Kraus TC, Dahlgren R, Zasoski R. 2003. Tannins in nutrient dynamics of forest ecosystems—a review. Plant Soil. 256(1):41–66.

Min K, Freeman C, Kang H. 2015. The regulation by phenolic compounds of soil organic matter dynamics under a changing environment. Bio Med Res Int: Article ID 825098.

Najiyati, S., L. Muslihat, dan I. N. N. Suryadiputra. 2005. Panduan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pertanian Berkelanjutan. Proyek Climate Chsnge, Forests and Peatlands in Indonesia. Wetlands International – Indonesia Programme and Wildlife Habitat Canada. Bogor.

Nurida, N. L., Anny Mulyani dan Fahmuddin Agus. 2011. Pengelolaan Gambut Berkelanjutan. Balai Penelitian Tanah. Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Bogor. 103 Halaman.

Ratmini, S. 2012. Karakteristik dan Pengelolaan Lahan Gambut untuk Pengembangan Pertanian. Jurnal Lahan Suboptimal. 1(2): 197-206.

Stevenson, F.J. 1994. Humus Chemistry.Genesis, Composition, and Reactions.John Wiley and Sons.Inc. New York. 443 p.

Supriatna, W. 2012. Emission Reduction Options for Peatlands in the Kubu Raya and Pontianak District, West Kalimantan, Indonesia. Journal of Oil Palm Research. 24: 1378-1387.

Tan. 1993. Principles of Soil Chemistry. Marcel Dekker, Inc. New York. 362pp.

Wakhid, N., dan I. Khairullah. 2016. Dekomposisi Gambut Terkait Perubahan Lahan di Indonesia. Proceeding Seminar Lahan Suboptimal oleh Himpunan Masyarakat Gambut (HGI). 26-28 Oktober 2016. Bogor.

Yule CM, Lim YY, Lim TY. 2016. Degradation of Malaysian peatlands decreases levels of phenolics in soil and in leaves of Macaranga pruinosa. Front Earth Sci. 4(45):1–9.

Downloads

Published

2025-10-10

Issue

Section

Articles