STUDI SIFAT FISIKA TANAH ULTISOL PADA TIGA KELERENGAN DI LAHAN KARET RAKYAT DI DESA KERSIK BELANTIAN KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i2.99645Keywords:
Kelerengan Lahan, Lahan Karet, Sifat Fisika Tanah, Tanah UltisolAbstract
ABSTRAK Sifat fisika tanah merupakan kunci penentu kualitas suatu lahan dan lingkungan. Perbedaan tingkat lereng memungkinkan terjadi erosi di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak yang mempengaruhi penurunan produktivitas karet rakyat. Adanya perbedaan kelas lereng pada lokasi penelitian memungkinkan mempengaruhi sifat fisika di tanah Ultisol di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan sifat fisika tanah di lahan karet rakyat pada tiga kelas lereng yang berbeda di Desa Kersik Belantian Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak. Pengambilan sampel tanah dilakukan dengan metode diagonal. Data yang didapatkan di lapangan yaitu sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel dari lahan kemudian dilakukan uji laboratorium, maka dapat diketahui perbedaan antara tingkat kemiringan lereng dengan sifat fisika tanah. Perbedaan tersebut kemudian dianalisis menggunakan metode Anova pada taraf signifikan α = 0,05 dan di lanjutkan dengan uji lanjut BNJ. Hasil penelitian menunjukkan kemiringan lahan datar, landai, dan agak miring berpengaruh nyata terhadap bobot isi, porositas, kadar air kapasitas lapangan, dan kemantapan agregat tanah tanah pada lahan karet. Semakin miring lahan maka sifat fisika tanah semakin rendah atau kurang baik. Hasil analisis uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji lanjut BNJ menunjukkan lahan datar (0-3%), landai (3-5%), dan agak miring (5-8%) berpengaruh tidak berpengaruh nyata terhadap sifat fisika tanah.References
Agusni dan Satriawan, H. 2012. Perubahan Kualitas Tanah Ultisol Akibat Penambahan Berbagai Sumber Bahan Organik. Jurnal Ilmiah Sains Dan Teknologi. 12(3) , 32–36.
Ayuningtyas, E.A. 2023. Pengaruh Morfologi Terhadap Karakter Fisika-Kimia Tanah di Lingkungan Pertambangan Binuang, Kalimantan Selatan. Agrovital : Jurnal Ilmu Pertanian. 8(2) : 174-179.
Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat. 2023. Luas Lahan dan Produksi Karet di Kabupaten Landak.
Barchia, M.F. 2006. Gambut: Agroekosistem dan Transformasi Karbon. UGM Press. Yogyakarta. 196.
CNBC Indonesia.2024. Pabrik Karet RI Bertumbangan, Pengusaha Ingatkan Ancaman dari Eropa. Diakses pada tanggal 19 Agustus 2024. https://www.cnbcindonesia.com/news/20240126124922-4-509255/pabrik-karet-ri-bertumbangan-pengusaha-ingatkan-ancaman-dari-eropa
Daksina, B. F., Makalew, A. M., Langai, B. F., Makalew, A. M., Langai, B. F. 2021. Evaluation of Ultisol Soil Fertility in Rubber Plantation in Cempaka District, Banjarbaru City, South Kalimantan Province. Jurnal Tugas Akhir Mahasiswa, 4(1), 60–71.
Delsiyanti, Widjajanto, D., Rajamuddin, U. A. 2016. Sifat Fisik Tanah pada Beberapa Penggunaan Lahan di Desa Oloboju Kabupaten Sigi. Jurnal Agrotekbis, 4(3), 227–234.
Dinas Perkebunan dan Peternakan Kalimantan Barat. 2022
Hardiyatmo, Hary Christady. 2006. Penanganan Tanah Longsor Dan Erosi. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Hardjowigeno, S. 2002. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Presindo
Hardjowigeno, S. 2003. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Presindo.
Hardjowigeno, S. 2007. Ilmu Tanah. Jakarta: Akademika Presindo
Haridjaja, O., Baskoro, D.P.T. dan Setianingsih, M.2013. Perbedaan Nilai Kadar Air Kapasitas Lapang Berdasarkan Metode Alhricks, Drainase Bebas, Danpressure Plate pada Berbagai Tekstur Tanah dan Hubungannya dengan Pertumbuhan Bungamatahari (Helianthus annuus L.). Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan. 15(2): 52-59.
Kalembrio, M., U.A. Rajamuddin, dan R. Zaenuddin. 2018. Karakteristik Fisik Tanah pada Berbagai Kelerengan DAS Poboya Kota Palu. Jurnal Agrotekbis Vol. 6 No. 6, 748-756.
Lin, L., Lei, Z., Wang, L., Liu, X., Zhang, Y., Wan, C., Lee, D., & Tay, J. H. 2013. Adsorption mechanisms of high-levels of ammonium onto natural and NaClmodified zeolites. Separation And Purification Technology, 103, 15–20.
Multazam dan Zuhri. 2023. Kajian Nilai pH Tanah pada Berbagai Toposekuen dan Kelas Lereng yang Berbeda pada Lahan Perkebunan Karet Rakyat di Kecamatan Pelepat Ilir, Kabupaten Bungo, Jambi. Jurnal Riset Rumpun Ilmu Teknik (JURRITEK). Vol.2, No.2. Hal: 179-188
Nurhayati, H., Nyapa, M.Y., Lubis, A.M., Nugroho, S.G., Diha, M.A., Ban Hong, G. dan Bailey, H.H. 1986. Dasar-dasar Ilmu Tanah. Lampung : Universitas Lampung.
Panda, N. D., Jawang, U. P., Lewu, L. D. 2021. Pengaruh Bahan Organik Terhadap Daya Ikat Air Pada Tanah Ultisol Lahan Kering. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2), 327–332.
Sari, W. K., dan Zulfira, I, P. 2021. Perbandingan kandungan hara tanaman kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada berbagai tingkat kemiringan lahan. Semanis Tani Polije. J. Agro Ind. Volume 12 No. 2.
Solle, M. S., & Ahmad, A. 2016. Landslides Intensity on River Morphology.Jurnal Ecosolum. Volume 8, Nomor 2, Tahun 2019, ISSN ONLNE: 2654-430X.
Sugeng. 2012. Morfologi dan Sifat Fisik Tanah. Modul Bahan Ajar. Universitas Brawijaya.
Susandi, Oksana, Arminudin, A. T. 2015. Analisis Sifat Fisika Tanah Gambut pada Hutan Gambut di Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar Provinsi Riau. Jurnal Agroteknologi. 5(2), 23.
Utomo, M., T. Sabrina, Sudarsono, J. Lumbanraja, B. Rusman dan Wawan. 2016. Ilmu Tanah DasarDasar dan Pengelolaan. Prenada Media Group. Rawamangun, Jakarta.
Winarti E. 2012. Karakteristik Fisik Tanah dan Dinamika Kadar Air Tanah pada Berbagai Penggunaan Lahan (studi kasus: Kebun Percobaan Cikabayan). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Wuddivira, M.N. and Camps-Roach, G. 2007. Effects of Organic Matter and Calcium on Soil Structural Stability. European Journal of Soil Science, 58, 722-727.