PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK DAUN KELOR DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN SAWI PADA TANAH GAMBUT
DOI:
https://doi.org/10.26418/jspe.v15i2.99855Keywords:
Ekstrak Daun Kelor, Pupuk NPK, Sawi, Tanah GambutAbstract
Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tanam memiliki beberapa faktor pembatas antara lain sifat fisik, kimia dan biologis. Pemberian pupuk NPK bersamaan dengan perlakuan konsentrasi ekstrak daun kelor Daun kelor sebagai zat pengatur tumbuh mengandung sitokinin berupa zeatin yang dapat merangsang pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Mengetahui respon pertumbuhan dan hasil konsentrasi Ekstrak daun kelor dan pemberian pupuk NPK pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di revormasi jl. Sepakat 2, Gg racana untan, pontianak tenggara kota pontianak kalimantan barat. Penelitian ini dimulai pada tanggal 25 maret 2024-22 april2024. menggunakan metode rancangan RAK Faktorian pupuk NPK (P) dan faktor Ekstrak Daun Kelor (K) dengan 3 ulangan dimana tiap perlakuan terdiri dari 3 sampel. Jadi total keseluruhan yang diperoleh 81 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut Faktor pertama pemberian ekstrak daun kelor (K) terdiri dari 3 taraf, yaitu : k1 : 15 ml/liter air k2 : 30 ml/liter air k3 : 45 ml/liter air Faktor kedua pemberian pupuk NPK (P) terdiri dari 3 taraf, yaitu : p1 : 100 kg/ha setara dengan 0,4 g/tanaman p2 : 200 kg/ha setara dengan 0,8 g/tanaman p3 : 300 kg/ha setara dengan 1,2 g/tanaman setiap perlakuan terdiri dari 9 sampel tanaman, sehingga terdapat 27 tanaman termasuk 81 tanaman sampel didalamnya hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara daun kelor dan pupuk NPKmasing masing 30 ml/L air dan 200 kg NPK/ha.References
BPS. 2022. Luas Tanah Gambut Angka Tetap Tahun 2022. Kalimantan Barat : Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Barat.
Cahyono.B. 2003. Teknik dan Strategi Budidaya Sawi Hijau (Pai-Tsai).Yogyakarta : Yayasan Pustaka Nusantara.
Darmawan. 2009. Kailan dan Budidayanya. Penebar Swadaya. Jakarta.
Dharmawijaya, M. I. 1992. Klasifikasi Tanah: Dasar Teori bagi Peneliti Tanah dan Pelaksanaan Penelitian di Indonesia. Yogyakarta. Gadjah Mada University Press
Djojosuwito, S. 2000. Pertanian Organik dan Multiguna. Yogyakarta. Kanisius.
Lingga dan Marsono. 2003. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta. Penebar Swadaya.
Marinus. P. 2017. Pengaruh Pupuk Organik Cair Sayuran Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Pada Tanah Aluvial. Skripsi. Pontianak: Fakultas Pertanian. Universitas Tanjungpura. (Tidak di publikasikan).
Nursanti, D.F. 2009 Pengaruh Pemberian Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanama Sawi Caisim (Barassica Juncea L.) Universitas Baturaja. Sumatra Selatan
B Haryanto, Z Basri, H Kasim AGROTEKBIS: E-JURNAL ILMU PERTANIAN 10 (6), 1093-1104
Lingga dan Marsono. 2003. Petunjuk Penggunaan Pupuk. Jakarta. Penebar Swadaya.
Marinus. P. 2017. Pengaruh Pupuk Organik Cair Sayuran Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Mentimun Pada Tanah Aluvial. Skripsi. Pontianak: Fakultas Pertanian. Universitas Tanjungpura. (Tidak di publikasikan).
Nursanti, D.F. 2009 Pengaruh Pemberian Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanama Sawi Caisim (Barassica Juncea L.) Universitas Baturaja. Sumatra Selatan
Pardosi, A. H., Irianto dan Mukhsin. 2014. Respons Tanaman Sawi terhadap Pupuk Organik Cair Limbah Sayuran pada Lahan Kering Ultisol. Jambi: Universitas Jambi. Prosiding Seminar Nasional Lahan Suboptimal 2014, Palembang 26-27 September 2014 ISBN : 979-587-529-9.
Pasaribu, E.A. 2009. Pengaruh Waktu Aplikasi dan Pemberian Berbagai Dosis
Kompos Azolla (Azolloa sp) terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kailan (Brassica oleracea Var. Achephala DC). Skripsi. Medan: Departemen Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatra Utara.
Poerwowidodo. 1992. Telakah Kesuburan Tanah. Bandung: Angkasa.
Ratmini. S. 2012. Karakteristik dan pengelolaan lahan gambut untuk pengembangan pertanian. Jurnal lahan suboptima, Vol. 1(2):197-206.
Rismunandar. 2003. Tanah dan Seluk Beluknya bagi Pertanian. Sinar Baru Bandung. Algensindo.
Rukmana, R. 2001. Usaha Tani Kailan. Jakarta. Kanisius.
Rukmana. R. 1994. Tanaman Sayur. Yogyakarta: Kanisius.
Salikin, K. A. 2006. Sistem Pertanian Berkelanjutan. Yogyakarta Penerbit Kanisius.
Samadi, B. 2013. Budidaya Insentif Kailan Secara Organik dan Anorganik. Depok Timu Pustaka Mina.
Sasli, I. 2011. Karakteristik Gambut Dengan Berbagai Bahan Amelioran Dan Pengaruhnya Terhadap Sifat Fisik Dan Kimia Guna Mendukung Produktivitas Lahan Gambut. Jurnal Agrovigor. 4(1) : 42-50.
Sunarjono, H.H., 2004. Bertanam 30 Jenis Sayur. Penebar Swadaya. Jakarta. Halaman 38 – 47
Supriyadi dan F.T. Kadarwati. 2017. Efektifitas Pemupukan Nitrogen pada Kapas (Gossypium hirsutum L.). Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. Malang. Hlm 154-158.