PENENTUAN JUMLAH TENAGA KERJA OPTIMAL BAGIAN PROSES PENGOLAHAN DI PKS PT. XYZ DENGAN METODE WORK LOAD ANALYSIS (WLA)

Authors

  • Daniel Karo Karo Kaban Universitas Tanjungpura
  • Silvia Uslianti Universitas Tanjungpura
  • Famelga Clea Putri Universitas Tanjungpura

Abstract

Tenaga kerja merupakan salah satu elemen penting dalam proses produksi, khususnya di industri pengolahan kelapa sawit (PKS) yang memiliki aktivitas operasional intensif dan berkelanjutan. PT XYZ sebagai salah satu perusahaan PKS menghadapi tantangan dimana terdapat ketidakselarasan antara jumlah tenaga kerja yang tersedia dengan beban kerja sebenarnya di lapangan. Ketidaksesuaian antara tenaga kerja dan beban kerja tersebut menyebabkan ketidakefisienan operasional, seperti pemborosan tenaga maupun kekurangan kapasitas kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja aktual serta menentukan jumlah tenaga kerja yang optimal di setiap stasiun pengolahan menggunakan metode Work Load Analysis (WLA). Penelitian dilakukan pada tujuh stasiun kerja, yaitu stasiun loading ramp, sterilizer, thresher, pressing, klarifikasi, boiler, dan kernel. Metode WLA diterapkan dengan melakukan pengukuran waktu kerja menggunakan metode stopwatch time studry, dilanjutkan dengan uji keseragaman dan kecukupan data, perhitungan waktu baku, Allowance, dan penilaian performance rating untuk mengetahui standar kerja yang berlaku. Berdasarkan hasil perhitungan dengan metode Work Load Analysis (WLA), stasiun Sterilizer dan Boiler mengalami kelebihan beban kerja dengan nilai masing-masing sebesar 110% dan 105%. Jumlah tenaga kerja optimal pada kedua stasiun tersebut adalah 5 orang, sehingga disarankan penambahan masing-masing satu orang tenaga kerja untuk menurunkan beban kerja ke tingkat yang lebih efisien. Sebaliknya, stasiun Thresher memiliki beban kerja sangat rendah, yaitu 13%, sehingga disarankan untuk mengurangi satu tenaga kerja atau menambah beban kerja lain guna mengoptimalkan waktu kerja. Stasiun Loading Ramp, Presshing, Klarifikasi, dan Kernel masing-masing memiliki beban kerja sebesar 84%, 81%, 82% dan 81%. Dengan jumlah tenaga kerja yang ada saat ini yaitu pada stasiun Loading Ramp sebanyak 1 orang dan pada stasiun Presshing, Klarifikasi serta Kernel masing-masing sebanyak 2 orang. Hal ini menyatakan bahwa keempat stasiun tersebut sudah berada pada kondisi yang optimal dan tidak memerlukan penyesuaian. Kata Kunci : Beban Kerja, Tenaga Kerja Optimal, Work Load Analysis (WLA).

Author Biographies

Daniel Karo Karo Kaban, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Silvia Uslianti, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Famelga Clea Putri, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Downloads

Published

2025-11-18