DESAIN EKSPERIMEN PENGARUH VARIASI PROSES PENGERINGAN TERHADAP KUALITAS DAUN KRATOM MENGGUNAKAN METODE RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) UNTUK STANDARISASI PRODUKSI
Abstract
Proses pengeringan daun kratom yang dilakukan secara tradisional, seperti penjemuran di bawah sinar matahari, sering menghasilkan kualitas yang tidak konsisten. Permasalahan utama yang muncul adalah kadar air yang masih tinggi serta perubahan warna daun yang tidak sesuai standar, sehingga menurunkan mutu dan daya simpan produk. Oleh karena itu, diperlukan metode pengeringan yang lebih terkontrol dan efisien untuk menghasilkan daun kratom kering berkualitas baik. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan parameter optimal pada proses pengeringan daun kratom (Mitragyna speciosa) menggunakan Desain Eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL) dalam rangka mendukung upaya standarisasi produksi. Sampel daun kratom diperoleh dari Kecamatan Bika, Kabupaten Kapuas Hulu, kemudian dikeringkan menggunakan oven dengan variasi suhu 40°C, 50°C, dan 60°C sedangkan lama pengeringan 3 jam, 5 jam, dan 7 jam. Desain penelitian menggunakan RAL dengan tiga ulangan, sehingga diperoleh sembilan kombinasi perlakuan. Analisis data dilakukan melalui uji kadar air dan pengamatan warna, kemudian diolah menggunakan Analisis Variansi (ANAVA) untuk mengetahui pengaruh signifikan dari faktor perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu dan lama pengeringan berpengaruh nyata terhadap kadar air dan warna daun kratom. Perlakuan terbaik diperoleh pada suhu 60°C selama 3 jam, dengan kadar air rata-rata 8,96% (memenuhi standar mutu <10%) dan warna dengan rating 3 sesuai standar. Hasil ini membuktikan bahwa pengendalian suhu dan lama pengeringan sangat penting untuk menjaga konsistensi mutu daun kratom, sekaligus menjadi dasar bagi penetapan standar proses produksi. Kata Kunci: Daun Kratom, SOP, RAL, Suhu, Lama PengeringanDownloads
Published
2025-12-12
Issue
Section
Articles