ASESMEN AKTIVITAS GREEN SUPPLY CHAIN MANAGEMENT (GSCM) DENGAN PENDEKATAN GREENSCOR DAN ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) PADA UKM PENGOLAHAN TEMPE
Abstract
Sektor UKM sering dianggap memiliki peran strategis karena sebagian besar masyarakat dengan tingkat pendidikan rendah bergantung pada usaha berskala kecil, baik yang bersifat tradisional maupun modern. Penelitian ini berangkat dari pentingnya penerapan prinsip ramah lingkungan dalam proses produksi industri kecil, khususnya pada bidang pangan seperti pengolahan tempe. Konsep Green Supply Chain Management (GSCM) menjadi penting untuk membantu UKM mengatur penggunaan sumber daya secara efisien dan berkelanjutan. Studi ini dilakukan pada dua UKM pengolah tempe di Kalimantan Barat, yaitu UKM Supri-Dini dan UKM Shela, dengan tujuan menilai tingkat penerapan praktik rantai pasok hijau serta mengidentifikasi aspek yang masih perlu ditingkatkan. Penelitian menggunakan pendekatan Green Supply Chain Operations Reference (GreenSCOR) untuk mengukur kinerja rantai pasok berdasarkan enam proses utama, yaitu plan, source, make, deliver, return, dan enable. Selain itu, metode Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan secara sederhana untuk menentukan prioritas setiap aspek melalui kuesioner kepada pelaku usaha. Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara, serta pengisian kuesioner oleh pemilik UKM. Hasil analisis menunjukkan bahwa UKM Supri-Dini memperoleh skor kinerja 75,41 yang masuk kategori Good, sedangkan UKM Shela mendapatkan skor 69,68 dan berada pada kategori Average. Hasil ini mengindikasikan bahwa penerapan GSCM sudah berjalan cukup baik, terutama pada aspek penghematan energi dan pengelolaan limbah. Namun, masih diperlukan peningkatan pada aspek fleksibilitas, kapasitas produksi, efisiensi operasi, serta pelatihan bagi karyawan. Kata Kunci: Green Supply Chain Management, GreenSCOR, Analytical Hierarcy Process.Downloads
Published
2025-12-12
Issue
Section
Articles