IDENTIFIKASI KELUHAN MUSKULOSKELETAL PADA PROSES PEMOTONGAN ADONAN AMPLANG MENGGUANAKAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DI PT XYZ

Authors

  • Titania Putri Universitas Tanjungpura
  • Silvia Uslianti Universitas Tanjungpura
  • Tri Wahyudi Universitas Tanjungpura

Abstract

PT XYZ merupakan industri pengolahan amplang dengan kapasitas produksi sekitar ±25 kg per hari. Penelitian ini bertujuan merancang fasilitas meja dan kursi kerja ergonomis pada proses pemotongan adonan amplang guna mengurangi keluhan muskuloskeletal. Proses pemotongan adonan sebelumnya dilakukan dalam posisi duduk dengan kecenderungan membungkuk ke depan dikarenakan meja kerja yang terlalu rendah. Identifikasi keluhan muskuloskeletal dilakukan emnggunakan metode Nordic Body Map (NBM), sedangkan pengukuran antropometri pekerja digunakan sebagai dasar dalam perancangan fasilitas kerja. Dimensi antropometri yang digunakan meliputi lebar pinggul, panjang popliteal, tinggi popliteal, tinggi siku duduk, jangkauan tangan ke depan, dan rentangan tangan, yang selanjutnya diolah menggunakan persentil untuk emmastikan ukuran menja dan kursi kerja sesuai dengan karakteristik tubuh pekerja. Perancangan difokuskan pada penyesuaian tinggi meja, tinggi kursi, serta jarak jangkauan kerja agar pekerja dapat melakukan proses pemotongan adonan dalam postur duduk yang lebih tegak dan alami. Hasil NBM pada kondisi eksisting menunjukkan total skor 145 (rata-rata 72,5) yang termasuk kategori risiko tinggi. Berdasarkan data antropometri tersebut, dirancang fasilitas meja dan kursi kerja pemotongan adonan amplang dengan bantuan software AutoCAD, sehingga sesuai dengan dimensi tubuh pekerja dan mampu memperbaiki postur kerja. Setelah fasilitas kerja ergonomi diimplementasikan, hasil pengukuran ulang NBM menunjukkan penurunan skor menjadi 77 dengan nilai rata-rata 38,5 yang termasuk dalam kategori risiko rendah. Penurunan keluhan muskuloskeletal terutama terjadi pada bagian punggung, lutut, dan pergelangan tangan. Selain mengurangi keluhan fisik, penerapan fasilitas meja dan kursi kerja ergonomis juga memberikan dampak baik terhadap proses prosduksi, yaitu meningkatkan kenyamanan kerja. Dengan demikian, penerapan prinsip ergonomi melalui metode NBM dan antropometri terbukti efektif dalam mengurangi risiko muskuloskeletal serta meningkatkan kenyamanan dan efisiensi kerja pada proses pemotongan adonan amplang. Kata Kunci: Antropometri, Ergonomi, Mesin Pemotong Amplang, NBM, Rancang Bangun

Author Biographies

Titania Putri, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Silvia Uslianti, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Tri Wahyudi, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Downloads

Published

2025-12-15