PEMANFAATAN LIMBAH ARANG AKTIF PT. XYZ MENJADI BRIKET DENGAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY (RSM)
Abstract
Keperluan Indonesia terhadap arang aktif cukup besar, hal ini dikarenakan semakin besarnya penggunaan arang aktif di sektor industri air minum di Indonesia. Konsumsi air minum layak di Kalimantan Barat berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) naik setiap tahunnya dengan persentase tahun 2023 sebesar 82,03%, tahun 2022 sebesar 80,43%, dan tahun 2021 sebesar 78,76%. Namun perusahaan tidak dapat mengolah sisa arang aktif yang telah digunakan sehingga limbah tersebut memakan lahan pada PT. XYZ seberat 8 ton. Perusahaan hanya bisa menjual limbah tersebut tanpa mengolahnya menjadi beberapa produk yang cukup bermanfaat dan menguntungkan. Bahan utama dari arang aktif ialah arang kelapa, sehingga limbah arang aktif tersebut dapat dimanfaatkan menjadi briket yang biasanya memiliki bahan utama yaitu arang kelapa/kayu. Metode yang dipilih untuk menyelesaikan permasalahan tersebut yaitu Response Surface Methodology (RSM) dengan model desain Central Composite. Penelitian ini menggunakan 2 faktor yaitu banyaknya limbah arang aktif dan arang kayu dengan respon yang diukur yaitu kadar abu, durasi laju pembakaran menjadi abu dan nilai kalor. Rancangan percobaan dilakukan sebanyak 13 kali. Kondisi briket yang optimum adalah pada saat limbah arang aktif yang digunakan sebanyak 51,72 gram dan arang kayu sebanyak 48,28 gram. Sehingga dengan mengadopsi kondisi tersebut didapatkan hasil rata-rata kadar abu sebesar 16,26 % dan rata-rata durasi pembakaran briket menjadi abu sebesar 133,25 menit. Nilai kalor tertinggi yang diperoleh sebesar 4350 cal/gram pada sampel briket no.4 dengan rata-rata nilai kalor seluruh sampel sebesar 4062,50 cal/gram. Banyaknya penambahan limbah arang aktif dan arang kayu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap respon kadar abu dan durasi pembakaran briket menjadi abu.Downloads
Published
2026-03-11
Issue
Section
Articles