PENENTUAN JADWAL PEMELIHARAAN PENCEGAHAN MENGGUNAKAN METODE FAULT TREE ANALYSIS PADA BOILER FEEDER DI PT ABC

Authors

  • Ica Oktaviani Universitas Tanjungpura

Abstract

Tingginya downtime pada stasiun boiler di PT ABC, khususnya pada sistem feeding bahan bakar, menunjukkan adanya gangguan berulang yang menghambat kontinuitas suplai bahan bakar menuju furnace. Berdasarkan data tahun 2024, total downtime boiler mencapai 131,11 jam, dengan 85% gangguan berasal dari sistem feeding. Penelitian ini bertujuan menyusun usulan jadwal preventive maintenance pada sistem feeding bahan bakar dengan metode Fault Tree Analysis (FTA). FTA dilakukan secara kualitatif untuk memetakan struktur kegagalan dan secara kuantitatif untuk menghitung probabilitas setiap basic event menggunakan data historis gangguan selama tiga tahun. hasil penelitian mengidentifikasi 53 basic event sebagai minimum cut set. identifikasi kuantitatif menghasilkan lima basic event dengan probabilitas tertinggi, yaitu b50 (chute auger sumbat) sebesar 0,30769, b20 (liner inclined fuel conveyor aus) sebesar 0,09135, b3 (liner fuel distributing conveyor aus) sebesar 0,07692, b25 (liner fibre & shell conveyor aus) sebesar 0,07212, dan b11 (sprocket inclined fuel conveyor aus) sebesar 0,03365. informasi probabilitas tersebut digunakan untuk menetapkan komponen kritis yang menjadi dasar penyusunan preventive maintenance. Perhitungan MTBF menunjukkan bahwa chute auger (b50) memiliki MTBF terendah sebesar 13 hari, sedangkan komponen sprocket (b11) dan liner (b20, b3, b25) berada pada kisaran 32–42 hari. Nilai MTTR berada pada rentang 56–244 menit, dengan waktu perbaikan tercepat pada b50 (chute auger) dan terlama pada b11 (sprocket inclined fuel conveyor). Informasi MTBF dan MTTR tersebut menjadi dasar dalam penyusunan preventive maintenance untuk meminimalkan risiko downtime sistem feeding boiler.

Author Biography

Ica Oktaviani, Universitas Tanjungpura

Program Studi Teknik Industri

Downloads

Published

2026-03-11