PERBAIKAN POSTUR KERJA PETANI KARET DENGAN METODE OVAKO WORKING POSTURE ANALYSIS SYSTEM (OWAS) DAN NORDIC BODY MAP (NBM) DI DESA PAPAN TEMBAWANG
Abstract
Desa Papan Tembawang Kecamatan Lembah Bawang Kabupaten Bengkayang merupakan salah satu penghasil karet dengan jumlah petani karet sebanyak 48 orang. Aktivitas petani karet terdiri dari aktivitas penorehan pohon karet, pengambilan air getah, dan pencetakan air getah. Permasalahan yang dihadapi petani karet adalah postur kerja yang tidak efesien pada proses penorehan pohon karet, yaitu jongkok, membungkuk dan berdiri yang mengakibatkan cedera pada otot. Hasil penelitian Nordic Body Map (NBM) existing petani karet mengalami keluhan pada bagian tubuh yaitu, lutut, kaki, tangan, lengan, lutut, pinggang, pantat, punggung, dan leher. Hasil NBM existing rata-rata total keluhan otot individu adalah 75, kategori tinggi, memerlukan perbaikan. Penelitian ini bertujuan memperbaiki postur tubuh pada petani karet agar dapat mengurangi risiko keluhan otot.
Penelitian menggunakan metode Nordic Body Map (NBM) dan Ovako Working Posture Analysis System (OWAS) dalam menyelesaikan permasalahan pada petani karet. Identifikasi keluhan otot skeletal yang dirasakan dari 48 petani karet di Desa Papan Tembawang menggunakan kuesioner Nordic Body Map (NBM) untuk mengetahui kategori tingkat risiko MSDs dan upaya memperbaiki postur kerja dengan memberikan alat bantu kerja yang di desain berdasarkan keluhan yang dialami petani karet menggunakan pendekatan anthropometri. Sedangkan metode OWAS merupakan suatu metode yang digunakan untuk menilai postur kerja pada saat bekerja. Setelah itu dilakukan perbaikan postur kerja dengan melakukan redesain alat bantu kerja petani karet. selanjutnya dilakukan analisis hasil redesain alat bantu kerja petani karet dengan menggunakan metode OWAS.
Berdasarkan hasil analisis pada kondisi kerja perbaikan mengalami perubahan skor terhadap keluhan otot skeletal dan postur kerja. Hasil perbaikan diperoleh nilai Nordic Body Map (NBM) rata-rata total keluhan otot individu sebesar 70 masuk pada tingkat risiko sedang. Hasil analisis OWAS pada postur kerja perbaikan dengan kode OWAS pada postur kerja perbaikan adalah 1-1-6-2 kategori action level didapat yaitu tingkat risiko skor 1 (aman). Nilai tingkat resiko sebelumnya yang didapat skor 2 dengan tindakan koretif pada postur kerja jongkok dan membungkuk dan setelah adanya perbaikan nilai skor 1 (aman) dengan mengunakan alat bantu kursi kerja petani karet tidak adanya bahaya pada sistem musculoskeletal. Dengan adanya redesain alat kerja petani karet mengalami perubahan pada postur kerja petani karet.
Kata Kunci : Working Posture, Nordic Body Map, OWAS, rubber.