PENENTUAN PRIORITAS LOKASI EVAKUASI BANJIR DI KABUPATEN MELAWI MENGGUNAKAN METODE SIMPLE ADDITIVE WEIGHTING
Abstract
Kabupaten Melawi merupakan kabupaten yang memiliki resiko banjir yang serius, dan sebagian besar wilayahnya sudah tergenang air karena letaknya di antara sungai Melawi dan sungai Pinoh. Banyaknya tempat pengungsian membuat pemerintah kesulitan untuk membantu masyarakat saat terjadi bencana banjir. Curah hujan yang tinggi dapat terjadi sewaktu-waktu, dan banjir dapat menyebabkan aliran sungai tidak mampu menampung debit air sehingga menyebabkan air meluap dan menyebabkan banjir. Untuk memudahkan masyarakat dalam pengambilan keputusan di lokasi pengungsian dan mempermudah mereka dalam memilih tempat pengungsian, penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi prioritas lokasi pengungsian banjir di wilayah Melawi. Dengan menggunakan pendekatan metode Penambahan Bobot Sederhana (Simple Additive Weighting) dalam menetapkan titik evakuasi pada situasi bencana banjir, diharapkan bahwa saat banjir terjadi, masyarakat Kabupaten Melawi akan lebih mampu untuk bersiap sejak awal. Ini juga berpotensi membantu pihak pemerintah, khususnya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dalam melaksanakan evakuasi yang efektif dan memberikan bantuan tepat pada saat bencana banjir terjadi. Prinsip mendasar dari metode Penambahan Bobot Sederhana adalah melakukan perhitungan jumlah tertimbang dari nilai kinerja pada setiap pilihan di seluruh atribut. Pendekatan SAW ini melibatkan langkah normalisasi matriks keputusan (X) ke dalam skala yang bisa dibandingkan dengan semua nilai alternatif yang ada. Salah satu contoh penerapan metode Penambahan Bobot Sederhana adalah menentukan prioritas lokasi evakuasi pada situasi banjir. Hasil penelitian ini menghasilkan rekomendasi alternatif prioritas lokasi evakuasi banjir di Kecamatan Nanga Pinoh (Pinoh Kota) yaitu Gedung Serbaguna dengan nilai 0.975. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa metode Simple Additive Weighting tepat untuk merekomendasikan prioritas lokasi evakuasi banjir karena dapat memperoleh rekomendasi prioritas lokasi evakuasi banjir yang sesuai dengan harapan.
Kata Kunci :Melawi, Bencana Banjir, Tempat Evakuasi, Simple Additive Weighting