USULAN PERBAIKAN TATA LETAK LANTAI PRODUKSI MENGGUNAKAN METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING
Abstract
PT. XYZ merupakan perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur baja ringan. Perusahaan ini memiliki lantai pabrik yang memproduksi coil menjadi produk baja seperti spandek wave, spandek elite, hollow, truss, curve dan recoil. Kondisi lantai produksi saat ini sudah tidak optimal, dikarenakan mempengaruhi produktivitas pabrik. Hal ini terjadi karena pengalihfungsian jalur pemindahan material menjadi tempat untuk menyimpan bahan baku dan produk jadi yang mengakibatkan terjadinya hambatan dalam pemindahan material. Selain itu, jarak perpindahan material yang cukup jauh membuat waktu pemindahan material memakan waktu yang lama. Berdasarkan permasalahan tersebut, dibutuhkan solusi agar aktivitas-aktivitas berkaitan dengan produksi dapat berjalan dengan lancar dan efisien. Metode systematic layout planning dan software blocplan dapat menghasilkan tata letak lantai produksi yang lebih optimal dengan mempertimbangkan lama waktu pemakaian tata letak yang diusulkan. Metode systematic layout planning ini menghasilkan tata letak yang sesuai dengan kebutuhan luas area dan menyesuaikan dengan aliran proses produksi. Sedangkan software blocplan memiliki keunggulan menghasilkan lebih banyak alternatif yang dinilai lebih efisien dibanding yang lain, sehingga memudahkan peneliti dalam merancang dan memperhitungkan kondisi layout yang dihasilkan. Peneliti mempertimbangkan waktu pemakaian tata letak selama 10 tahun dengan menggunakan peramalan terhadap material yang memiliki inventori di lantai produksi. Tahap yang dilalui dari metode systematic layout planning yaitu mencari total ongkos material handling awal, kebutuhan luas lantai dan menentukan prioritas dengan activity relationship chart (ARC), setelah itu dalam menghasilkan layout akan menggunakan software blocplan. Setelah itu, layout terpilih akan dipilih berdasarkan alternatif layout usulan yang memiliki nilai efisiensi terbesar. Hasil dari penelitian ini berupa usulan layout yang optimal sesuai dengan kondisi lantai produksi dalam jangka panjang. Efisiensi jarak layout terpilih sebesar 67,61% pada layout 14, terlihat dari perubahan jarak perpindahan dari 2515 meter menjadi 814 meter. Sedangkan efisiensi biaya material handling sebesar 42,82% dari Rp 13.919.800 menjadi Rp 7.430.000.
Kata kunci: AHP, Blocplan, Coil, SLP