PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN KEJENUHAN PADA KARYAWAN DI PT XYZ CABANG PONTIANAK MENGGUNAKAN PENDEKATAN DRAWS DAN MBI-GS

Authors

  • Ade Putri Aprianti Silalahi Universitas Tanjungpura
  • Ratih Rahmahwati Universitas Tanjungpura
  • Hafzoh Batubara Universitas Tanjungpura

Abstract

PT XYZ cabang Pontianak merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang jasa keuangan perbankan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa, PT XYZ menjunjung tinggi kualitas pelayanan dalam menjalankan bisnisnya. Seluruh karyawan dituntut untuk memberikan pelayanan secara bertanggung jawab sehingga dapat memelihara hubungan yang baik dengan nasabah. Meskipun demikian, beban pelayanan yang dirasakan karyawan akan berbeda berdasarkan penempatan divisinya. Beban tanggung jawab akan dirasakan lebih besar pada divisi yang memerlukan interaksi terhadap nasabah pada pekerjaannya. Divisi-divisi tersebut adalah funding officer, customer service, dan priority customer service. Selain itu, divisi ini juga memiliki tuntutan kerja berupa target-target dengan minimal pemenuhan sebesar 60% dari total target. Target ini mengakibatkan adanya kebutuhan waktu yang besar bagi karyawan, sehingga lembur harus dilakukan. Berdasarkan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai pengukuran tingkat beban kerja mental dan kejenuhan pada karyawan PT XYZ cabang Pontianak. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan tingkat beban kerja mental dan kejenuhan karyawan. Sehingga, dapat diberikan rekomendasi untuk meminimalisasi tingkat beban kerja mental dan kejenuhan tersebut. Penelitian dilakukan dengan pendekatan Defense Research Agency Workload Scale (DRAWS) untuk pengukuran beban kerja mental dan Maslach Burnout Inventory-General Survey (MBI-GS) untuk pengukuran tingkat kejenuhan. Hasil pengukuran beban keja mental menunjukkan sebanyak 14 karyawan berada pada kategori overload, 15 karyawan pada kategori optimal load, dan 1 karyawan pada kategori underload. Variabel yang paling berpengaruh adalah time pressure dan central demand. Sementara itu, pengukuran tingkat kejenuhan menunjukkan bahwa 5 karyawan berada pada kategori kejenuhan tinggi, 20 karyawan pada kategori kejenuhan sedang, dan 5 karyawan pada kategori kejenuhan rendah. Dimensi yang paling berpengaruh adalah emotional exhaustion. Adapun rekomendasi yang diberikan adalah melakukan penyesuaian jumlah karyawan untuk meminimalisasi beban kerja mental dan perbaikan motivasi kerja untuk meminimalisasi tingkat kejenuhan.

 

Kata Kunci: Beban Kerja Mental, DRAWS, Kejenuhan, MBI-GS

Author Biographies

Ade Putri Aprianti Silalahi, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Ratih Rahmahwati, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Hafzoh Batubara, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Downloads

Published

2023-12-16