PENGUKURAN TINGKAT KELELAHAN DAN BEBAN KERJA MENTAL OPERATOR FORKLIFT MENGGUNAKAN METODE IFRC DAN NASA TLX DI PT. XYZ
Abstract
Penggunaan forklift di PT. XYZ memiliki resiko bahaya yang dapat berpengaruh terhadap kesehatan dan keselamatan kerja operator. Operator forklift dituntut untuk mencapai target angkut produk alumina sesuai dengan permintaan dari customer. Kelelahan dan beban kerja mental yang tinggi dapat menyebabkan kinerja operator menurun sehingga dapat menyebabkan, kebocoran produk, produk jumbo bag tumpah, dan dapat menyebabkan cidera. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan penyebaran kuisioner Subjective Self Rating Test yang diambil dari metode IFRC (Industrial Fatigue Research Commiittee) dan NASA-TLX (National Aeronautics and Space Administration Task Load Index) adalah metode untuk menganalisis beban kerja mental. Diperoleh hasil persentase tingkat kelelahan kerja shift pagi sebanyak 8 operator pada kategori sedang dan tinggi, dimana 2 operator mengalami tingkat kelelahan kerja sedang dengan presentase 25%, kemudian 6 operator mengalami tingkat kelelahan kerja tinggi dengan presentase 75%. Sedangkan presentase tingkat kelelahan kerja shift malam sebanyak 7 operator mengalami tingkat kelelaham kerja tinggi dengan presentase 100%. Sedangkan rata-rata beban kerja mental operator shift kerja pagi sebesar 67,83, dan rata-rata beban kerja mental operator shift kerja malam sebesar 53,81 termasuk dalam klasifikasi beban kerja mental tinggi.
Kata Kunci: Tingkat Kelelahan, Beban Kerja Mental, IFRC, NASA-TLX