PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN TINGKAT KELELAHAN PENENUN KAMPUNG WISATA TENUN KHATULISTIWA DENGAN MENGGUNAKAN METODE CVL DAN IFRC

Authors

  • Puji Muliasari Universitas Tanjungpura
  • Tri Wahyudi Universitas Tanjungpura
  • Ratih Rahmahwati Universitas Tanjungpura

Abstract

Kampung Wisata Tenun Khatulistiwa merupakan kampung pengrajin tenun terbesar di Kota Pontianak. Ada 15 penenun yang masih bekerja. Penenun bekerja dengan posisi tubuh yang tidak ergonomis, seperti kepala yang menunduk, tubuh yang membungkuk, dan lengan dan tangan yang bekerja terlalu lama. Karena itu, mereka mengalami sakit pinggang, kepala yang berat, dan kaki yang kaku, yang berpotensi menghadapi bahaya serius karena pekerjaan yang membutuhkan posisi duduk yang lama dan dapat memperburuk kondisi kesehatan mereka. Penelitian ini menggunakan metode CVL (Cardiovascular Load) untuk mengukur beban fisik dan terima dan metode IFRC (Industrial Fatigue Research Committee), untuk mengukur tingkat kelelahan penenun. Hasil penelitian yang dilakukan dengan metode CVL (Cardiovascular Load) terdapat 5 orang (33%) tidak mengalami kelelahan, dan 10 orang (67%) memerlukan perbaikan tetapi tidak mendesak. Persentase CVL (Cardiovascular Load) tertinggi adalah 43,86% dan terendah adalah 22,22%. Metode IFRC (Industrial Fatigue Research Committee), 14 penenun mengalami kelelahan sedang, 1 penenun mengalami kelelahan rendah, dan tidak ada penenun yang mengalami kelelahan tinggi.

 

Kata Kunci: Beban Kerja Fisik, Cardiovascular Load, Industrial Fatigue Research Committee, Tingkat Kelelahan

Author Biographies

Puji Muliasari, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Tri Wahyudi, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Ratih Rahmahwati, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Downloads

Published

2024-09-25