PENGUKURAN BEBAN KERJA MENTAL DAN TINGKAT KELELAHAN TERHADAP PEGAWAI BAGIAN PELAYANAN TEKNIK DI PT PLN (PERSERO) ULP NGABANG
Abstract
PT PLN (Persero) Unit Layanan Pelanggan (ULP) Ngabang adalah bagian dari unit pelaksana yang berada di bawah Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Mempawah, yang fokus pada penyelenggaraan pelayanan kepada pelanggan. Bagian Pelayanan Teknik di PT PLN (Persero) ULP Ngabang terdiri dari 9 pegawai. Pegawai pada bagian ini dituntut untuk melaksanakan tugas dengan cepat, efisien, dan penuh tanggung jawab, baik secara fisik maupun mental, agar proses penyaluran energi listrik kepada pelanggan dapat berjalan lancar dan optimal. Penelitian bertujuan untuk mengukur beban kerja mental dan tingkat kelelahan pada pegawai bagian pelayanan teknik di PT PLN (Persero) ULP Ngabang, serta memberikan rekomendasi perbaikan menggunakan metode DRAWS dan IFRC. Berdasarkan hasil pengukuran, terdapat 3 pegawai yang mengalami beban kerja mental dengan kategori optimal load, dan 6 pegawai dengan overload. Persentase pegawai yang mengalami overload adalah OP 1 sebesar 67,50%, OP 2 sebesar 67%, OP 3 sebesar 61,41%, OP 4 sebesar 67,24%, OP 5 sebesar 65,97%, dan OP 6 sebesar 60,41%. Sementara itu, untuk tingkat kelelahan kerja, 2 pegawai mengalami kelelahan sedang (22%), 6 pegawai mengalami kelelahan tinggi (67%), dan 1 pegawai mengalami kelelahan sangat tinggi (11,11%). Rekomendasi perbaikan yang dapat diberikan adalah dengan menyusun jadwal istirahat yang teratur untuk setiap shift kerja serta menambah jumlah tenaga kerja di departemen pelayanan teknik PT PLN (Persero) ULP Ngabang.
Kata Kunci: Beban Kerja Mental, Kelelahan, DRAWS, IFRC