RANCANG BANGUN ALAT PENGUTIP BRONDOLAN KELAPA SAWIT MENGGUNAKAN METODE NORDIC BODY MAP (NBM) DAN QUALITY FUNCTION DEPLOYMENT (QFD) DENGAN PENDEKATAN ANTROPOMETRI PADA PT. ABC

Authors

  • Natalia Dila Universitas Tanjungpura
  • Ivan Sujana Universitas Tanjungpura
  • Hafzoh Batubara Universitas Tanjungpura

Abstract

PT. ABC merupakan perusahaan yang bergerak pada industri perkebunan kelapa sawit yang terletak di Kecamatan Mandor, Kabupaten Landak. Permasalahan yang terdapat pada proses pengutipan brondolan kelapa sawit adalah terdapat keluhan terhadap posisi pekerja pada saat proses pengutipan brondolan kelapa sawit menggunakan alat exsisting. Posisi kerja tersebut harus diperbaiki untuk mengurangi keluhan dan menghindari terjadinya musculoskeletal disorders (MSDs). Tujuan penelitian yang akan dilakukan adalah merancang bangun alat pengutip brondolan kelapa sawit yang dapat mengurangi keluhan otot skeletal pada pekerja serta meningkatkan efisiensi waktu yang digunakan selama proses pengutipan brondolan kepala sawit dan mengidentifikasi atribut dan kebutuhan teknis yang diharapkan oleh pekerja pengutip brondolan terhadap alat pengutip brondolan kelapa sawit. Metode Nordic Body Map (NBM). Quality Function Deployment (QFD) digunakan untuk mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan pekerja terhadap alat pengutip brondolan kelapa sawit. Pendekatan antropometri digunakan untuk menyesuaikan alat dengan dimensi tubuh pekerja. Hasil dari penelitian ini adalah perbaikan postur kerja yang menjadi lebih minim resiko cedera muscoluskeletal disolder (MSDs) dengan alat pengutip brondolan kelapa sawit yang telah dirancang. Hasil identifikasi keluhan otot skeletal menggunakan Nordic Body Map (NBM) setelah melakukan perancangan ulang terjadi perubahan skor keluhan otot skeletal dan meningkatkan output kerja, skor tingkat resiko cedera otot skeletal menurun menjadi 53,00 dari keluhan awal sebesar 87,25. Produktivitas kerja meningkat dimana rata-rata output sebelum menggunakan alat dalam waktu 5 menit menghasilkan 0,43 kg, 10 menit menghasilkan 0,85 kg dan 15 menit menghasilkan 1,28 kg. Sedangkan menggunakan alat yang telah dirancang menghasilkan seluas 0,57 kg dalam waktu 5 menit, 1,14 kg dalam waktu 10 menit, dan 1,71 kg dalam waktu 15 menit. Hasil penelitian diperoleh urutan prioritas perbaikan alat berdasarkan House Of Quality (HOQ) dengan matriks perencanaan yaitu memiliki desain ergonomis yang sesuai dengan dimensi tubuh pekerja, menggunakan roda untuk mempermudah mobilitas dalam pengoperasian,, menggunakan handgrip yang terbuat dari karet agar pekerja nyaman saat menggunakan alat, alat memiliki desain yang minimalis agar menambah efektivitas pada saat menggunakan alat, meminimalisir penggunan bahan berlebih pada alat sehingga alat memiliki bobot yang ringan, alat tidak terdapat sudut yang lancip agar pekerja aman saat menggunakan alat, alat menggunakan material dari besi agar alat kuat dan tahan untuk digunakan, alat tidak terdapat bagian yang rumit untuk digunakan sehingga pekerja dapat dengan mudah menggunakan alat, alat memiliki aksesibilitas terhadap desain dengan akses yang mudah untuk dibersihkan, alat mudah untuk di bongkar pasang sehingga mudah untuk dibersihkan akan meningkatkan fleksibilitas pada alat, ukuran alat dibuat sesuai dengan kebutuhan sehingga alat memiliki dimensi yang optimal. Kata kunci: Nordic Body Map, Quality Function Deployment, Musculoskeletal Disorders, Antropometri.

Author Biographies

Natalia Dila, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Ivan Sujana, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Hafzoh Batubara, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Downloads

Published

2025-06-17