PENJADWALAN PREVENTIVE MAINTENANCE MESIN PADA DEPARTEMEN PENCACAHAN KARET DI PT. XYZ

Authors

  • Inward Fahjar Hutasoit Universitas Tanjungpura
  • Noveicalistus Djanggu Universitas Tanjungpura
  • Famelga Clea Putri Universitas Tanjungpura

Abstract

PT. XYZ, Perusahaan pengolah karet yang menghasilkan karet berkualitas tinggi di Kalimantan Barat sejak 1973, menghadapi permasalahan serius terkait kinerja mesin pada departemen pencacahan. Meskipun memiliki jadwal perawatan rutin, namun jadwal tersebut tidak lagi relevan dengan kondisi operasional perusahaan saat ini, sehingga menyebabkan tingginya downtime. Penelitian ini bertujuan merancang jadwal preventive maintenance optimal pada departemen pencacahan karet PT. XYZ, Proses dimulai dengan mengidentifikasi fungsi mesin, efek, dan penyebab dari kerusakan mesin kemudian menggunakan FMEA untuk menentukan prioritas risiko berdasarkan RPN, mengidentifikasi "Pisau Breaker patah/aus" dan "Pisau Duduk patah/aus" sebagai prioritas utama, serta "Oli kurang" sebagai prioritas rendah. Selanjutnya, LTA mengklasifikasikan mode kegagalan ke dalam kategori dampak tanpa ada kategori yang menunjukkan adanya risiko terhadap keselamatan pekerja. Task Selection menghasilkan strategi perawatan spesifik seperti condition-based maintenance untuk "Gearbox aus", time-based maintenance untuk "Breaker sumbat", dan failure finding untuk "Sensor suhu rusak". Perhitungan metrik MTBF, MTTR, availability, dan reliability menunjukkan ketidakefisienan jadwal perawatan sebelumnya. Jadwal baru yang disesuaikan dengan karakteristik kerusakan setiap mesin berhasil menargetkan keandalan optimal. penelitian mengusulkan jadwal perawatan berbasis keandalan optimal 58% untuk Breaker, 57% untuk Screwbreaker, 74% untuk Hammermill, dan 62% untuk Screwcutter yang menghasilkan interval perawatan bervariasi, dari 12 hari untuk "Pisau Breaker patah/aus" hingga 74 hari untuk "V-belt Lepas/Putus"Hasil implementasi menunjukkan peningkatan efisiensi operasional dengan penurunan downtime tahunan hingga 35%, pengurangan kerugian produksi karet sebesar 35%, serta penghematan biaya pemeliharaan sekitar Rp 7 juta. Strategi ini terbukti meningkatkan keandalan, efisiensi, dan profitabilitas perusahaan secara signifikan. Kata Kunci : Preventive Maintenance, Reliability Centered Maintenance (RCM), Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Biaya Perawatan.

Author Biographies

Inward Fahjar Hutasoit, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Noveicalistus Djanggu, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik industri

Famelga Clea Putri, Universitas Tanjungpura

Jurusan Teknik Industri

Downloads

Published

2025-07-25