PENGUKURAN BEBAN KERJA FISIK DAN MENTAL PERAWAT UGD DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH XYZ MENGGUNAKAN METODE IFRC DAN MBI-HSS
Abstract
RSUD XYZ merupakan sebuah rumah sakit yang berlokasi di Kabupaten Sambas. RSUD XYZ ini memiliki satu ruang Unit Gawat Darurat yang melayani pasien selama 24 jam. Adanya keluhan dari perawat tentang beban kerja fisik dan mental dikarenakan banyaknya pasien yang harus dilayani dan pekerjaan yang dilakukan secara berulang mengakibatkan perawat merasakan kelelahan, kejenuhan dan emosi tidak stabil sehingga kinerja dan konsentrasi perawat menurun. Tujuan penelitian ini adalah melakukan pengukuran beban kerja fisik dan mental perawat serta memberikan rekomendasi usulan perbaikan berdasarkan hasil penelitian. Metode penelitian yang digunakan adalah Industrial Fatique Research Committee (IFRC) dan Maslach Burnout Inventory-Human Service Survey (MBI-HSS). Hasil penelitian menggunakan metode IFRC diperoleh tingkat beban kerja fisik shift siang yang paling tinggi dialami oleh perawat UGD dengan beban kerja fisik dalam kategori sedang terdapat 5 perawat dengan persentase 26%, 12 perawat memiliki beban kerja tinggi dengan persentase 63% dan 2 perawat memiliki beban kerja sangat tinggi dengan persentase 11%. Hasil penelitian metode MBI-HSS didapatkan tingkat beban kerja mental dan dimensi yang paling berpengaruh adalah pada shift malam yaitu 3 perawat memiliki beban kerja mental rendah, 12 perawat memiliki beban kerja mental sedang dan 4 perawat memiliki beban kerja mental tinggi. Kata Kunci: Beban Kerja, Perawat, IFRC, dan MBI-HSSDownloads
Published
2025-07-25
Issue
Section
Articles