REKOMENDASI USULAN CLUSTERING UMKM PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEANS DAN PEMETAAN BERBASIS SPASIAL
Abstract
Kota Pontianak memiliki potensi besar di sektor perikanan karena sumber daya alam yang melimpah, letak geografis strategis, dan tingginya konsumsi ikan masyarakat. Namun, potensi ini belum dimanfaatkan secara optimal. Jumlah UMKM pengolahan hasil perikanan di Pontianak masih tergolong rendah dibanding wilayah lain di Kalimantan Barat. Hal ini diduga karena belum adanya pembaruan data UMKM secara menyeluruh serta ketiadaan informasi spasial dan klasterisasi yang dapat menghambat penyaluran bantuan secara tepat sasaran. Penelitian ini bertujuan untuk memperbarui data dan mengklasterisasi UMKM pengolahan hasil perikanan di Kota Pontianak berdasarkan skala usaha, yaitu jumlah tenaga kerja, modal, dan omzet, menggunakan metode K-Means Clustering dan pemetaan spasial. Objek penelitian mencakup UMKM yang tercatat dalam daftar Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat serta UMKM potensial yang belum masuk ke dalam daftar resmi. Penentuan jumlah klaster terbaik dilakukan dengan metode silhouette score, dan diperoleh hasil dua klaster optimal dengan nilai sebesar 0,59. Hasil analisis menunjukkan bahwa Klaster 1 terdiri dari 18 UMKM berkembang dan Klaster 2 terdiri dari 5 UMKM maju. Visualisasi spasial memperlihatkan bahwa UMKM dalam Klaster 2 umumnya terletak di lokasi strategis dan padat penduduk, sedangkan UMKM dalam Klaster 1 tersebar merata, termasuk di wilayah pinggiran kota. Kata Kunci: UMKM, Pengolahan Hasil Perikanan, K-Means Clustering, Pemetaan Spasial, Kota PontianakDownloads
Published
2025-07-25
Issue
Section
Articles