Pra-Rancangan Pabrik Gipsum Dari Batu Kapur dan Asam Sulfat dengan kapasits 100.000 Ton/Tahun
Keywords:
Kalsium Sulfat Dihidrat, Batu Kapur, Asam SulfatAbstract
Konsumsi gipsum di Indonesia dipenuhi dengan produksi dalam negeri dan impor dari luar negeri. Pabrik gipsum kapasitas 100.000 ton/tahun direncanakan beroperasi selama 24 jam per hari dan 330 hari per tahun dengan Proses ini dilakukan dengan cara memasukkan CaCO3 ke dalam reaktor dengan ditambahkan H2SO4 pada suhu 93 °C dan tekanan 1 atm. Bahan baku yang dibutuhkan adalah kalsium karbonat (CaCO3) sebanyak 6.517,3066 kg/jam dan asam sulfat (H2SO4) sebanyak 6778,9676 kg/jam. Pabrik direncanakan didirikan di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan Barat dengan jumlah karyawan sebanyak 180 orang. Pabrik Kalsium sulfat dihidrat (CaSO4.2H2O) direncanakan beroperasi pada tahun 2026 dengan menggunakan Fixed Capital Investment (FCI) sebesar Rp.6.890.551.477.283 dan Working Capital Investment (WCI) sebesar Rp.689.055.147.728. dari hasil analisis ekonomi pabrik kalsium sulfat dihidrat diperoleh pendapatan sebelum pajak yaitu Rp.1.543.953.780.943 setelah dipotong pajak 25% diperoleh pendapatan setelah pajak sebesar Rp.1.157.965.335.707. Analisis profitabilitas menghasilkan percent Return on Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 22,41% dan setelah pajak 16,81%. Pay out time (POT) sebelum pajak selama 3,09 Tahun dan setelah pajak selama 3,73 Tahun. Break-Even Point (BEP) sebesar 48,15% dan Shut Down Point (SDP) sebesar 20,37%. Berdasarkan data analisa kelayakan di atas maka disimpulkan bahwa Pabrik Gipsum dari Batu kapur dan Asam sulfat Berkapasitas 100.000 Ton/Tahun ini menguntungkan dan layak dipertimbangkan untuk pendirian di Indonesia.