PRA-RANCANGAN PABRIK ALUMINA DARI BIJIH BAUKSIT DENGAN METODE BAYER KAPASITAS 1.500.000 TON/TAHUN
Keywords:
Alumina, Bayer, KalsinasiAbstract
Pra-rancangan pabrik alumina berbahan dasar bijih bauksit dan NaOH menggunakan metode Bayer dengan kapasitas 1.500.000 ton/tahun. Pabrik ini akan dibangun di Kecamatan Matan Selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat dengan luas tanah 14.757 m ². Pada awal proses Bayer dilakukan proses pengecilan ukuran bijih bauksit dengan menggunakan ball mill, sehingga berukuran 14 mesh. Bijih bauksit ini kemudian dicampurkan dengan air dan NaOH hingga terbentuk slurry. Slurry ini kemudian direaksikan pada digester dan dipanaskan hingga suhu 200 ºC. Liquor yang sebelumnya sudah diturunkan suhunya pada flash tank, akan dipisahkan dengan menggunakan hydro cyclone sehingga terpisah antara residu bauksit dan liquor. Liquor ini kemudian diproses dalam clarifier untuk memisahkan red mud dengan liquor yang masih bisa digunakan. Proses selanjutnya adalah tahap pembentukan kristal dengan mencampurkan Al2O3.3H2O untuk mempercepat terjadinya proses pembentukan kristal. Kristal alumina yang sudah terbentuk ini kemudian dipisahkan lagi dalam tangki presipitasi, dan kemudian dibuat dalam bentuk kristalnya melalui alat rotary vacuum filter untuk mendapat kristal hidrat yang lebih padat. Tahap terakhir dalam pembuatan alumina adalah dengan mengkalsinasi kristal alumina pada suhu 1350 ºC yang bertujuan untuk membentuk α-alumina dengan kualitas high grade. Untuk mendukung proses produksi pabrik dilengkapi dengan utilitas yang menyediakan steam sebesar 34.155.133,91 kg/jam, menyediakan air proses sebesar 1.154.054 kg/jam, dan air untuk sanitasi sebesar 3.000 kg/jam, dan listrik sebesar 574,19 kW. Pabrik ini membutuhkan Total Capital Investment (TCI) sebesar Rp. 240.613.083.124, dan Total Manufacting Cost (TMC) sebesar Rp. 8.858.851.314. Analisis ekonomi pabrik alumina menunjukkan nilai Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 37% dan setelah pajak sebesar 27%. Selanjutnya Payout Periode (PO) adalah 1,48 tahun. Nilai Break Even Point (BEP) adalah 25%. Dengan demikian berdasarkan hasil tinjauan dari segi teknis dan ekonomi, pabrik alumina dari bijih bauksit dengan metode Bayer kapasitas 1.500.000 ton/tahun layak untuk didirikan di Indonesia.Kata Kunci: Alumina, Bayer, Kalsinasi.References
Aneka Tambang, 2020. Ketersediaan Bauksit Kalimantan Barat. www.antam.com Diakses pada 27 Juli 2020.
Aries, R.S and Newton R.D. 1955. Chemical Engineering Cost Estimation. New York: Graw Hill Book Company
Badan Pusat Statistik. 2020. Ekspor dan Impor Alumina. Diakses pada 27 Juli 2020
Badan Pusat Statistik. 2020. Kebutuhan Alumina. Diakses pada 27 Juli 2020
Brown, G.G. 1950. Unit Operations. New York: John Wiley and Sons, Inc.
Brownell, L.E. and Young, E.H. 1959. Process Equipment Design. New York: John Wiley and Sons, Inc.
Coulson, J.M. and Richardson, J.F. 1983. Chemical Engineeringâ€, Vol. 6. Oxford: Pergamon Press
Couper, J.R., W.R. Penney, J.R. Fair, Dan S.M. Walas. 2012. Chemical Process Equipment Selection And Design, Third Edition. Oxford: Butterworth-Heinemann
Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal Cipta Karya. 1996. Analisis Kebutuhan Air Bersih. Jakarta.
Dicket, C. 2004. Ion Exchange. Kirk-Othmer Encyclopedia of Chemical Technology. John Wiley & Sons, Inc: Waukesha
Garrett, D.E. 1989. Chemical Engineering Economics. New York: Van Nostrand Reinhold
Geankoplis, C. J. 1993. Transport Processes and Unit Operations Transport Processes and Unit Operations. New York: Prentice--Hall International Inc.
Green, D.W. dan R.H. Perry (Ed.). 2008. Perry’s Chemical Engineers’ Handbook, Eighth Edition. New York: Mcgraw-Hill
Howe, K.J.; Hand, D.W.; Crittenden, J.C. dan Trussel, R.R. 2012. Principles of Water Treatment. United States of America
Indonesia Chemical Alumina. 2020. Katalog Produk Alumina. www.pt-ica.com Diakses pada 27 Juli 2020
Kern D.Q.. 1950. Process Heat Transfer. New York: McGraw-Hill International Book Company Inc.
Kubelka, P. 1934. Patent No 3226188. US Patent.
Marsh. A. 1964. Paten No 3141743. US Paten.
Material Safety Data Sheet (MSDS). 2016. Aluminium Hidroksida. www.sciencelab.com. Diakses pada 27 Juli 2020.
Perry, J.H. 1997. Chemical Engineering Handbook. McGraw Hill Book
Peters, M.S. dan K.D. Timmerhaus. 1991. Plant Design and Economics for Chemical Enginees, Fourth Edition. Singapore: McGraw-Hill
Rejeki, Sri. 2016. Modul Bahan Ajar Farmasi,: Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Pusdik SDM Kesehatan. Kementerian Kesehatan RI: Jakarta. Ridley, J. 2008. Ikhtisar Kesehatan & Keselamatan Kerja Edisi Ketiga. Erlangga: Jakarta.
Ulrich, G.D. 1984. A Guide to Chemical Engineering Process Design and Economics. New York: John Wiley & Sons, Inc.
Schroeder, R.G. 1994. Manajemen Operasi : Pengambilan Keputusan dalam. Suatu Fungsi Operasi. Jilid 2. Edisi Ketiga. Erlangga: Jakarta.
Tascikaraoglu, A. dan Erdinc, O. 2019. Pathways to a Smarter Power System. Academic Press: London.
Towler, G. dan Sinnott R. 2013. Chemical Engineering Design: Principle, Design, and Economics of Plant and Process Desgin. 2nd Edition. Waltham: Butterworth-Heinemann.
Walas, Stanley M. 1988. Chemical Process Equipment Selection and Design. USA: University of Kansas
Yaws, C.L. 1999. Chemical Properties Handbook: Physical, Thermodynamic, Environmental, Transport, Safety, and Health Related Properties for Organic and Inorganic Chemicals. New York: McGraw-Hill