PRA-RANCANGAN PABRIK BIOETANOL DARI JERAMI PADI MENGGUNAKAN PROSES SIMULTANEOUS SACCHARIFICATION AND FERMENTATION (SSF) KAPASITAS 25.000 TON/TAHUN

Authors

  • Rian Rian Tanjungpura University
  • Fitriatul Untsi Tanjungpura University
  • Eva Pramuni Oktaviani Sitanggang Tanjungpura University
  • Lalak Tarbiyatun Nasyin Maleiva Tanjungpura University

Keywords:

Bioetanol, Jerami Padi, Reaktor Batch

Abstract

Pertambahan penduduk dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengakibatkan kebutuhan energi semakin meningkat, di mana energi yang digunakan masih bergantung pada energi fosil. Untuk itu diperlukan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan energi tersebut. Berdasarkan Perpres RI No.5 Tahun 2006 tentang Kebijakan Energi Nasional, Pemerintah menetapkan bauran energi yang semula dari 52% menjadi kurang dari 20% di tahun 2025. Bioetanol merupakan alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan yang dapat diproduksi dari bahan baku lignoselulosa seperti jerami padi. Proses produksi bioetanol terdiri dari tiga tahapan, yakni: proses pre-treatment, simultaneous saccharification and fermentation (SSF), dan permurnian. Produksi bioetanol ini menggunakan jenis reaktor batch dilengkapi dengan jaket pendingin dan pengaduk. Pabrik ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2027 dengan kapasitas 25.000 ton/tahun. Pabrik ini akan didirikan di kawasan industri Kecamatan Semparuk, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat dengan luas tanah yang dibutuhkan sebesar 30.000 m2 dengan jumlah karyawan sebanyak 145 orang. Berdasarkan hasil analisis terhadap aspek ekonomi yang telah dilakukan pada pabrik ini didapatkan Persentase Return On Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 33,0% dan setelah pajak sebesar 24,77%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 2,16 tahun dan setelah pajak 2,68 tahun. Nilai Break Event Point (BEP) sebesar 31 % dan Shut Down Point (SDP) sebesar 11,4 % dengan Discounted Cash Flow (DCF) sebesar 6,5%. Berdasarkan analisis ekonomi tersebut, pra-rancangan pabrik bioetanol dengan kapasitas 25.000 ton/tahun ini layak didirikan.

Published

2023-02-07

Issue

Section

Articles