UTILITAS DAN ANALISIS EKONOMI PADA PRA-RANCANGAN PABRIK PEMBUATAN VINYL CHLORIDE MONOMER DARI ETHYLENE DICHLORIDE DENGAN PROSES THERMAL CRACKING KAPASITAS 60.000 TON/TAHUN

Authors

  • Fikry Haycal Faras Tanjungpura University
  • Flady Nugraha Pratama
  • Marcelina Marcelina
  • Shafira Kurnia

Keywords:

Etilen Diklorida, Polyvinyl Klorida, Vinil Klorida Monomer

Abstract

VCM merupakan senyawa organic dengan rumus molekul C2H3Cl yang digunakan untuk bahan baku pembuatan polimer terutama polyvinyl chloride (PVC). Secara umum, PVC memiliki penggunaan luas dalam berbagai aplikasi sebagai bahan dasar untuk berbagai jenis plastic, pelapis dan perekat. Permintaan bahan baku untuk produksi PVC terus meningkat sejalan dengan pertumbuhan industri dan teknologi plastik yang cepat di Indonesia. Namun, peningkatan ini juga mengakibatkan kenaikan permintaan bahan baku, sehingga Indonesia harus mengimpor bahan baku untuk memenuhi kebutuhan tersebut. PVC dibuat melalui proses polimerisasi dari Vinyl Chloride Monomer (VCM), dimana sekitar 95% produksi vinil klorida global digunakan untuk PVC, sementara sisanya 5% digunakan untuk produk lain. Menurut BPS (2024) Indonesia mengimpor VCM sebanyak 110.382 ton di tahun 2022, namun Indonesia juga melakukan ekspor dengan nilai yang cukup besar yaitu 115.236 ton di tahun 2022. Nilai ekspor ini lebih besar daripada nilai impor, dikarenakan permintaan dunia untuk VCM semakin besar. Maka dari itu Indonesia memiliki potensi unutk memenuhi kebutuhan VCM dalam negeri dan melakukan ekspor lebih besar dengan memproduksi VCM lebih banyak. Pabrik ini direncanakan akan beroperasi pada tahun 2027. Proses produksi yang digunakan pada perancangan pabrik VCM berupa Cracking Ethylene Dichloride (EDC) dikarenakan menghasilkan kemurnian produk sebesar 95% dan tidak menggunakan katalis dalam prosesnya. Hasil analisis ekonomi pabrik ini diperoleh keuntungan sebelum pajak sebesar Rp. 249.057.938.717,34 dan keuntungan setelah pajak 25% sebesar Rp. 186.793.454.038,00 dengan return on investment (ROI) sebesar 45,88%, pay out time 1,8 tahun, break event point (BEP) sebesar 44% dan shutdown point (SDP) sebesar 22%. Dengan demikinan dapat disimpulkan bahwa pabrik vinyl chloride monomer dari ethylene dichloride berkapasitas 60.000 ton/tahun dapat didirikan.

 

References

Kementrian Perindustrian. (2024). Produksi EDC dan VCM PT Asahimas Chemical, diakses tanggal 5 Juli 2024, https://tkdn.kemenperin.go.id/kapasitas.php?id=Kuyrq7nx8YPyiefg3cppzCxB_l55Yp9hyIGHu6UDIEo,&pub=PuWof_o9nUINBBU7L3RZKVmOM-YJ--m5LkXIzPEolvY,&nama=w4Ch-qiDa3usB73JrZGxhiQpAfFWom7UB0lEy7gyVzs.

Badan Pusat Statistik. (2024). Ekspor Impor. Diakses tanggal 10 Juli 2024, https://www.bps.go.id.

Alibaba, 2024. Harga Bahan Baku dalam www.Alibaba.com, diakses tanggal 17 Juli 2024.

Brownell, L. E. & Young, E. H., 1959. Process Equipment Design. New York: John Wiley and Sons.

Yaws, 1999. Chemical Properties Handbook. New York: McGraw-Hill.

Matche 2014. Harga Alat dalam www.matche.com, diakses tanggal 24 Juli 2024.

Aries, R. S. & Newton, R. D., 1955. Chemical Engineering Cost Estimation. New York: McGraw-Hill.

Kern, 1983. Process Heat Transfer. New York: McGraw-Hill.

Peters, M.S., and Timmerhaus, K.D. (1991). Plant Design and Economics for Chemical Engineers, 4th ed., Mc Graw Hill Book Co., Inc., New York.

Garrett, D.E., 1989. Chemical Engineering Economics. Springer Netherlands, Dordrecht. https://doi.org/10.1007/978-94-0116544-0

Published

2024-12-10

Issue

Section

Articles