UTILITAS DAN ANALISIS EKONOMI PADA PRA-RANCANGAN PABRIK METIL ASETAT DARI ASAM ASETAT DAN METANOL DENGAN KAPASITAS 85.000 TON/TAHUN
Abstract
Metil asetat merupakan salah satu senyawa ester yang banyak digunakan sebagai pelarut dalam industri cat, tinta, perekat, dan industri farmasi. Selain itu kegunaan metil asetat juga bisa sebagai pelarut (solvent) dalam pembuatan, varnish, lacquer, adhesives dan resin cyclohexane. Pabrik ini didirikan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri agar mengurangi impor kebutuhan untuk industri yang membutuhkan produk metil asetat. Metil asetat diproduksi dengan proses esterifikasi asam asetat dan metanol dengan bantuan katalis amberlyst-15 dengan konversi sebesar 93%.. Pabrik ini direncanakan akan berdiri pada tahun 2027 dengan kapasitas 85.000 ton/tahun. Pabrik ini akan didirikan di kawasan industri Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Dari perhitungan utilitas didapatkan hasil untuk masing-masing kebutuhan air, steam, bahan bakar dan listrik sebagai berikut. Kebutuhan air domestik dan servis 822.3973 kg/jam. Kebutuhan air pendingin 668.327,30 kg/jam. Kebutuhan steam 6.904,55 kg/jam. Kebutuhan bahan bakar 115,7 Kg/jam. Kebutuhan listrik 645,03 kW. Berdasarkan hasil analisis ekonomi didapatkan hasil bahwa Total Capital Investment (TCI) yang dibutuhkan sebesar IDR 1.776.783.835.923,65. Keuntungan sebelum pajak sebesar IDR 754.111.795.364,60 dan setelah pajak sebesar IDR 565.583.846.523,45. Persentase Return on Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 71,76% dan setelah pajak sebesar 53,82%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 1,1 tahun dan setelah pajak 1,4 tahun. Nilai Break Event Point (BEP) sebesar 41,80 % dan Shut Down Point (SDP) sebesar 23,40 %. Berdasarkan analisis ekonomi tersebut, pra-rancangan pabrik metil asetat dengan kapasitas 85.000 ton/tahun dinilai layak didirikan.Published
2025-07-30
Issue
Section
Articles