UTILITAS DAN ANALISIS EKONOMI PADA PRA-RANCANGAN PABRIK MONOSODIUM GLUTAMAT (MSG) DARI MOLASE MENGGUNAKAN PROSES FERMENTASI DENGAN KAPASITAS 70.000 TON/TAHUN

Authors

  • Muhammad Khoirul Anam Mahasiswa
  • Wisnu Mahendra
  • Shafira Kurnia
  • Rinjani Ratih Rakasiwi

Keywords:

Anlisis ekonomi, Fermentasi, MSG

Abstract

Monosodium Glutamat (MSG) merupakan senyawa garam natrium dari asam glutamat yang digunakan secara luas sebagai penyedap rasa dalam industri makanan. MSG berbentuk kristal putih larut air dan dihasilkan melalui proses fermentasi molase dengan bantuan mikroorganisme penghasil glutamat. Untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus meningkatkan nilai tambah industri pangan nasional, direncanakan pembangunan pabrik MSG dengan kapasitas 70.000 ton/tahun yang berlokasi di kawasan industri Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Provinsi Kalimantan Barat. Pabrik ini dirancang beroperasi selama 330 hari per tahun, dengan bahan baku utama berupa molase, amonia, dan oksigen. Proses pembuatan MSG dilakukan melalui metode fermentasi dengan bahan baku molase yang mengandung sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Dari perhitungan utilitas didapatkan hasil untuk masing-masing kebutuhan air, steam, bahan bakar dan listrik sebagai berikut. Penyediaan air untuk mendukung proses produksi MSG sebesar 1.514.181,3 kg/jam. Kebutuhan steam 5.084.601,7 kJ/jam. Kebutuhan bahan bakar 156,58 L/jam. Kebutuhan listrik 932,4 kW. Berdasarkan hasil analisis ekonomi didapatkan hasil bahwa Total Capital Investment (TCI) yang dibutuhkan sebesar Rp 4.240.525.756.136,43. Keuntungan sebelum pajak sebesar Rp 2.772.520.919.263,38 dan setelah pajak sebesar Rp 2.218.016.735.410,71. Persentase Return on Investment (ROI) sebelum pajak sebesar 60,95% dan setelah pajak sebesar 48,76%, Pay Out Time (POT) sebelum pajak adalah 1,41 tahun dan setelah pajak 1,7 tahun. Nilai Break Event Point (BEP) sebesar 23,71 % dan Shut Down Point (SDP) sebesar 6,18 %. Berdasarkan analisis ekonomi tersebut, pra-rancangan pabrik MSG dengan kapasitas 70.000 ton/tahun dinilai layak didirikan.

Published

2025-08-13

Issue

Section

Articles