UTILITAS DAN ANALISA EKONOMI PADA PRA-RANCANGAN PABRIK SODIUM SULFATE DEKAHIDRATED DARI SULFURIC ACID DAN COMMON SALT MENGGUNAKAN PROSES MANNHEIM DENGAN KAPASITAS 481.000 TON/TAHUN
Keywords:
Sodium Sulfat Dekahidrat, BEP, ROI, SDPAbstract
Sodium sulfat merupakan garam sodium dari sulfur, dalam bentuk anhidratnya senyawa ini berbentuk padatan kristal putih dengan rumus kimia Na2SO4 yang dikenal dengan mineral tenardit sedangkan bentuk dekahidratnya dengan rumus kimia Na2SO4.10H2O yang biasa dikenal dengan garam glauber atau sal mirabilis. Dalam pra-rancangan pabrik sodium sulfate dekahidrat dengan kapasitas 481.000 ton/tahun, kebutuhan utilitas menjadi faktor utama dalam menunjang proses produksi. Utilitas mencakup semua fasilitas pendukung yang menjamin operasional pabrik berjalan secara kontinu dan efisien, seperti penyediaan air proses, air pendingin, steam, udara tekan, listrik, dan bahan bakar. Selain itu, aspek ekonomi menjadi pertimbangan utama dalam menentukan kelayakan suatu proyek. Analisa ekonomi dalam pra-rancangan pabrik melibatkan estimasi Total Capital Investment (TCI) dan Total Production Cost (TPC) serta evaluasi parameter kelayakan finansial seperti Profit On Sales (POS), Return On Invesment (ROI), Pay Out Time (POT), Break Even Point (BEP) dan Shut Down Point (SDP). Kebutuhan utilitas pada unit air sanitasi yang dibutuhkan pada pabrik Sodium Sulfat Dekahidrat yakni sebanyak 2880,072 kg/jam. Pada unit air proses yakni sebanyak 29363,50 kg/jam. Kebutuhan listrik yang dibutuhkan yakni sebanyak 11,730 kW. Hasil Penjualan sebesar Rp 57,892,420,476,000. Pay out time (POT) 1 tahun. Break event point (BEP) sebesar 41,51%. Shut down point (SDP) sebesar 13,42% dan Return on investment (ROI) sebesar 48%. Dengan demikinan dapat disimpulkan bahwa pabrik Na2SO4.10H2O dari NaCl dan H2SO4 berkapasitas 481.000 ton/tahun dapat didirikan.References
A. Sugiono dan E. Untung. (2016). "Panduan Praktis Dasar Analisis Laporan Keuangan". Jakarta: PT. Grasindo.
Anwar, M., Yunizar, & Nidar, dan H. S. R. (2007). Identifikasi Sektor Industri Dan Peranannya alam Peningkatan Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Garut (Industrial Sectors and its Role in Enhancing Domestic Income – Case : Kabupaten Garut) 1. Laporan Akhir Penelitian LITMUD UNPAD Tahun Anggaran 2007, 1–16.
Aries, R. S., & Newton, R. D. (1955). Chemical Engineering Cost Estimation. New York: Mc. Graw Hill Book Co.
Kusnarjo. (2010). Ekonomi Teknik. Surabaya: ITS Press.
Pemerintah Indonesia. (2007). "Undang-Undang Perseroan Terbatas No. 40 Tahun 2007. Lembaran Negara RI Tahun 2007, No. 106". Jakarta: Sekretariat Negara.
Peters, M. S., & Timmerhaus, K. D . (1990). Plant and Design Economic for Chemical Engineers (4th ed.). Singapore: Mc. Graw Hill Book International Edition. .
Umar, H. (2003). "Studi Kelayakan Bisnis". Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.