ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TEKANAN KONDENSOR (VAKUM) TERHADAP EFESIENSI HEAT RATE TURBIN UAP DI PT. PJB (PEMBANGKIT JAWA BALI) PLTU KETAPANG 10 MW
Abstract
Kondensor merupakan alat penukar kalor atau biasa disebut dengan heat exchanger yang berfungsi untuk mengondensasi uap kerja keluaran dari Low Pressure Turbine menjadi air. Kevakuman kondensor selalu dijaga nilainya karena perubahan nilai kevakuman kondensor dapat berpengaruh pada nilai efisiensi turbin uap.Permasalahan yang ada pada pembangkit ini disebabkan beberapa fraktor yaitu disebabkan oleh kenaikan temperatur air,tinggi bebandan didalam tube condenser atau kotornya pipa "“ pipa kondensor yang ditunjukkan dengan turunnya nilai tekanan vakum, hingga menyebabkan nilai kevakuman kondensor mendekati tekanan atmosfir dan mengakibatkan penurunan efisiensi turbin uap hingga menyebabkan unit pembangkit trip (mati mendadak). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan tekanan vakum terhadap Heat rate pada turbin uap berdasarkan performance test. Efisiensi turbin uap dapat dilihat dari energi panas yang dimasukkan untuk menghasilkan listrik sebesar 1 kwh dan turbine Heat rate. Efisiensi turbin uap dapat juga dihitung dengan membandingkan energi bahan bakar yang dibutuhkan untuk setiap 1 kwh dengan turbine Heat rate. Hasil analisis yang didapatkan yaitu kurva perbandingan tekanan vakum pada bulan Mei, Juni, dan Juli perhitungan maka nilai Heat Rate Sebelum Maintenance adalah 100,71 sampai dengan 108,45 kJ/kWh. Sedangkan setelah Maintenance adalah 101,47-103,85 kJ/kWh.
Kata Kunci : Condenser, Heat Rate Turbine, Efisiensi Termal Turbin, Efisiensi Pembangkit.