Optimasi Pemilihan Parameter Perlakuan Pada Pembuatan SeratiDauniNanas (AnanasiComosus) TerhadapiKekuataniTarik Serat Tunggal Dengan Menggunakan Metode Taguchi

Authors

  • Michael Basten Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak
  • Yopa Eka Prawatya Program Studi Teknik Industri Universitas Tanjungpura
  • Muhammad Taufiqurrahman Program Studi Teknik Mesin Universitas Tanjungpura

Keywords:

NaOH, Aquades, Force Gauge, Serat Daun Nanas, Minitab

Abstract

Pada era globalisasi saat ini, serat alam masih jarang digunakan karena kualitas produk yang dibuat belum atau kurang optimal. Maka dari itu, penulis berharap dengan penelitian ini dapat menjadi tinjauan yang berdampak baik bagi kualitas produk serat alam dan mampu menjadi bahan penguat pengganti serat sintetis ataupun serat karbon ataupun bahan penguat komposit lainnya agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Tujuan dalam penelitian ini ialah untuk mendapatkan pengaruh perlakuan (treatment) pembuatan serat alam terhadap nilai kekuatan tarik (tensile test) dan memilih parameter treatment pembuatan serat alam dengan metode Taguchi. Pengujian pada spesimen dilakukan dengan perlakuan larutan kimia berupa NaOH yang dicampurkan kedalam aquades dengan variasai jumlah larutan kimia yaitu 25%, 30% dan 35%.iDalam penelitianoini, seratZalam yang digunakan yaitu seratodaunonanas yang direndam dalamOlarutan konsentrasi NaOH tersebut denganolamaowaktuoperendaman 1sjam, 2sjam dan 3sjam, serta dengan lama pengeringanoyaitu 4sjam, 6sjam dan 8sjam. HasilOpengujian didapatkan nilai tertinggi kekuatan tarik serat daun nanas setelah melalui proses perlakuan alkali yaitu sebesar 1.365,864 MPa. Setelah dilakukannya analisis menggunakan software minitab, dapat disimpulkan bahwa untuk mendapatkan hasil kekuatan tarik maksimum, maka proses perlakuan alkali serat daun nanas adalah dengan melakukan perendaman NaOH dengan konsentrasi 25% selama 1 jam serta melakukan pengeringan selama 8 jam.

Downloads

Published

2021-09-05