ANALISIS KUALITAS AIR DAERAH IRIGASI LUBUK ANTUK KECAMATAN HULU GURUNG KABUPATEN KAPUAS HULU
DOI:
https://doi.org/10.26418/jtst.v20i1.41603Keywords:
irigasi, kualitas air, lubuk antukAbstract
Desa Lubuk Antuk Kecamatan Hulu Gurung memiliki lahan daerah irigasi fungsional seluas 38,11 Ha. Saat ini petani maupun pemerintah daerah Kabupaten Kapuas Hulu belum mengetahui apakah air daerah irigasi Lubuk Antuk masih sesuai atau tidak untuk irigasi. Untuk menjawab kekhawatiran terhadap kualitas air irigasi yang digunakan maka perlu dilakukan penelitian kualitas air irigasi di Daerah Irigasi Lubuk Antuk. Pengambilan data untuk penelitian ini terdiri dari dua bagian, yaitu pengambilan sampel air di lapangan dan uji kualitas air di laboratorium. Dari hasil pemeriksaan kualitas air permukaan, dapat dilihat bahwa hampir semua parameter pencemaran air di lokasi masih berada dibawah baku mutu lingkungan kategori Air Kelas III berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air. Hanya satu parameter di titik lokasi yang melebihi baku mutu, yaitu BOD. Sehingga dapat dikatakan bahwa kualitas air irigasi di Daerah Irigasi Lubuk Antuk masih memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan.References
Akbar, J. (2010). Unsur Nitrogen dan Perannya Terhadap Pertumbuhan Tanaman [internet]. [diacu 2019 Nopember 22]. Tersedia dari:http://www.wordpress.com/2010/03/23/unsurnitrogen-dan-perannya-terhadap-pertumbuhantanaman.
Akmal, Masimin, dan Mellianda, E. (2014), Efisiensi Irigasi Pada Petak Tersier di Daerah Irigasi Lawe Bulan Kabupaten Aceh Tenggara. Jurnal Teknik Sipil Pascasarjana Universitas Syiah Kuala,
(3), 20-37.
Ariffin. (2002). Cekaman Air dan Kehidupan Tanaman. Unit Penerbitan Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya.
Effendi, H. (2003). Telaah Kualitas Air bagi Pengelolaan Sumber Daya dan Lingkungan Perairan. Cetakan kelima. Yogyakarta: Kanisius
Kementerian Lingkungan Hidup. (2003). Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 115 tahun 2003 tentang Pedoman Penentuan Status Mutu air, Jakarta
Kurnia, U. (2004). Prospek Pengairan Pertanian Tanaman Semusim Lahan Kering. Jurnal Litbang Pertanian, 4(23), 130-138.
Kodoatie, J. dan Roestam, S. (2008). Pengelolaan Sumber Daya Air Terpadu. Edisi Revisi. Yogyakarta: Andi
Linsley, R.K., dan Joseph B.F. (1995). Teknik Sumberdaya Air. Jakarta: Erlangga. (diterjemahkan oleh Djoko Sasongko).
Maryono, A. (2005). Eko-Hidraulik Pembangunan Sungai. Edisi Kedua. Magister Sistem Teknik Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.
Pemerintah Republik Indonesia. (2001). Peraturan Pemerintah Nomor 82 tahun 2001 Tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian
Pencemaran Air. Jakarta.
Pemerintah Republik Indonesia. (2006). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2006 Tentang Irigasi. Jakarta.
Rao, C. S., (1992). Environmental Pollution Control Engineering. New Delhi: Wiley Eastern Limited.
Saeni, M.S. (1996). Kimia Lingkungan. Depdikbud dan PAU Ilmu Hayat IPB. Bogor
Sosrodarsono, S. dan Takeda, K. (2003). Hidrologi untuk Pengairan. Jakarta: Pradna Paramita.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2020 Zainal Wahyu, Syarifah Melly Maulina, Muji Listyo Widodo

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.