ANALISIS PENENTUAN LOKASI PRIORITAS JARINGAN SPALD TERPUSAT KAWASAN PERKOTAAN NGABANG

Authors

  • Lusia Elistiawati Universitas Tanjungpura
  • Nurhayati Nurhayati Universitas Tanjungpura
  • Rizki Purnaini Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtst.v21i1.59198

Keywords:

Sanitasi, Overlay Weight, Sistem Informasi Geografis (SIG), IPAL-D, Epanet 2.2.

Abstract

Kawasan perkotaan Ngabang Kabupaten Landak mengalami permasalahan sanitasi seperti grey water dan black water, jika tidak di perhatikan akan mengakibatkan kerusakan lingkungan. Berdasarkan aturan pedoman SPALD tahun 2017 terbagi menjadi menjadi 2 kriteria SPALD-T dan SPALD-S. Variabel penelitian yang akan di teliti adalah proyeksi penduduk, kepadatan penduduk, permeabilitas tanah, kedalaman tanah, kemiringan lereng tanah, pola sanitasi, kawasan banjir, penggunaan lahan, zonasi RDTRK, buffer permukiman 100 meter dan kondisi black water proses tersebut mengunakan metode overlay weight dengan aplikasi Arcgis 10.8 dari variabel keseluruhan ini akan mendapatkan nilai bobot. Penilaian bobot merupakan dasar penentuan lokasi IPAL-D setelah itu perlu pengujian dengan aplikasi Epanet 2.2 untuk mengetahui head loss jaringan saluran primer. Perencanaan jaringan pipa primer memprioritaskan dekat dengan sarana dan prasarana sehingga pemeliharaan akan lebih mudah. Perencanaan jaringan pipa primer mengunakan sistem gravitasi sehingga memudahkan air limbah padat dapat terbantu untuk menuju ke tempat pembuangan.

References

Asmadi dan Suharno, 2012, Dasar-dasar Teknologi Pengolahan Air Limbah, Gosyen Publishing, Yogyakarta

Astuti, W., dan Kusumawardani, Y., 2017, Penentuan Zona Prioritas Pengelolaan Air limbah Domestik dengan Metode Skoring Pembobotan di Kecamatan Mamasa, Universitas Pandanaran, Semarang.

Suripin., 2003, Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan, Andi, Yogyakarta.

Downloads

Published

2021-06-28