PENYEDIAAN AIR BERSIH UNTUK MASYARAKAT TEPIAN SUNGAI (STUDI KASUS DESA TANJUNG BUGIS KECAMATAN SAMBAS KABUPATEN SAMBAS)

Authors

  • Hadi Ismanto Universitas Tanjungpura
  • Henny Herawati Universitas Tanjungpura
  • Nurhayati Nurhayati Universitas Tanjungpura

DOI:

https://doi.org/10.26418/jtst.v21i2.59213

Keywords:

air bersih, curah hujan, tepian sungai, pemukiman

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan mendasar bagi manusia dan sangat diperlukan untuk aktifitas dan produktifitas sehari-hari, serta menentukan derajat kesehatan dan kesejahteraan hidup masyarakat. Pemenuhan kebutuhan penyediaan air bersih di permukiman tepian sungai Desa Tanjung Bugis dapat dikatakan tidak memadai dilihat dari masyarakatnya yang masih menggunakan air sungai dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Masyarakat tepian sungai Desa Tanjung Bugis mengunakan air sungai untuk keperluan MCK (mandi, cuci, kakus) sedangkan untuk keperluan memasak dan minum menggunakan sumber air hujan dengan cara menampung air hujan menggunakan tempayan semen maupun blong air plastik, akan tetapi kapasitasnya masih kurang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan konsep alternatif sarana penyediaan air bersih bagi masyarakat tepian sungai Desa Tanjung Bugis. Metode yang digunakan adalah Penelitian Kualitatif dan lebih difokuskan pada Penelitian Studi Kasus.  Instrumen penelitian yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dan observasi lapangan. Analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif dan program SPSS. Berdasarkan perhitungan proyeksi pertambahan penduduk menggunakan metode geometrik sampai tahun 2051, kebutuhan air bersih masyarakat tepian sungai Desa Tanjung Bugis adalah 54.243,6 m ³/tahun, sedangkan potensi suplai air hujan yang dapat ditampung adalah 29.945,41 m ³/tahun. Adapun konsep sarana penyediaan air bersih pada permukiman tepian sungai Desa Tanjung Bugis yang paling efisien adalah dengan memanfaatkan sumber air hujan dimana curah hujan yang cukup tinggi di kota Sambas dengan membuat penampungan air hujan berskala individu maupun komunal dan sistem ground atau didalam tanah mengingat terbatasnya areal tanah kosong diwilayah tersebut.

References

Aisyah N.A., Kiki P.U., Dian R.J., 2016. Analisis dan Identifikasi Status Mutu Air Tanah di Kota Singkawang Studi Kasus Kecamatan Singkawang Utara (Jurnal). Universitas Tanjungpura, Pontianak.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Sambas., 2020. Kecamatan Sambas Dalam Angka 2020. Sambas.

Balai Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum, 2014. Modul Sosialisasi dan Diseminasi Standar Pedoman dan Manual Penampungan Air Hujan, Kementerian Pekerjaan Umum, Bandung.

Brahmanja B. 2014. Prediksi Jumlah Kebutuhan Air Bersih BPAP Unit Dalu-Salu 5 Tahun Mendatang (2018) Kecamatan Tambusai Kabupaten Rakun Hulu (Skripsi). Universitas Pasir Pengaraian, Riau.

Bambang Triatmodjo, 2008. Hidrologi Terapan, Cetakan Kedua. Beta Offset, Yogyakarta.

Budiharjo., Eko., 1997. Tata Ruang Perkotaan, Alumni. Bandung.

Bogdan dan Taylor. 1975. Metodologi Penelitian Kualitatif. Remadja Karya, Bandung.

Chaiddir M, Eveline M,. 2015. Perencanaan Sistem Penyediaan Air Bersih di Desa Taratara Kecamatan Tomohon Barat. Jurnal TEKNO Vol. 13 (64): 39-40

Chatib., Benny., 1996. Sistem Penyediaan Air Bersih. Diklat Tenaga Teknik PAM. LPM-ITB, Bandung.

Direktorat Cipta Karya, 2007. Petunjuk Teknis Pelaksanaan Prasarana Air Minum Sederhana. Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Direktorat Cipta Karya, 1998. Petunjuk Praktis Perencanaan Pembangunan Sistem Penyediaan Air Bersih Perdesaan (Modul 1), Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Direktorat Cipta Karya, 1998. Petunjuk Teknis Perencanaan Rancangan Teknik Sistem Penyediaan Air Minum Vol VI, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Downloads

Published

2021-12-29