Perangkat Lunak Automasi Pemasaran pada Bisnis Jasa Fotografi (Studi Kasus: Sinema Untan)

Authors

  • Andreas Nababan Universitas Tanjungpura
  • Yus Sholva Universitas Tanjungpura
  • Anggi Perwitasari Universitas Tanjungpura

Abstract

Strategi pemasaran yang buruk mengakibatkan penurunan minat pelanggan untuk menggunakan jasa foto Sinema Untan. Sementara itu dengan semakin banyaknya perusahaan sejenis yang lebih kreatif membuat Sinema Untan mengalami penurunan jumlah permintaan reservasi foto. Sinema Untan perlu melakukan suatu upaya untuk menarik pelanggan dan menciptakan hubungan mitra dengan pelanggan sehingga tercipta hubungan baik dan saling percaya antara pelanggan dan pihak Sinema Untan. Maka dari itu dengan menerapkan CRM Operasional yang berfokus pada automasi pemasaran sebagai media promosi dan melakukan segmentasi pelanggan yang diharapkan dapat membantu pihak Sinema Untan dalam mengkonversi para calon pelanggan menjadi pelanggan tetap, meningkatkan kualitas hubungan antara perusahaan dengan pelanggan yang dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Metode penelitian menggunakan metodologi (SDLC) Systems Development Life Cycle dengan model Waterfall. Penerapan CRM Operasional dengan berfokus pada automasi pemasaran pada promosi dan melakukan segmentasi pelanggan mampu meningkatkan ketertarikan pelanggan pada produk yang ditawarkan yang berbanding lurus dengan tingkat penjualan produk. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penerapan CRM Operasional yang berfokus pada automasi pemasaran untuk promosi dan segmentasi pelanggan sudah cukup baik dengan persentase 68.3% yang dapat dijadikan bukti bahwa perangkat lunak sudah diterima dan sudah memenuhi kebutuhan yang diminta.

Downloads

Published

2023-02-07

Issue

Section

Articles