PENGOLAHAN LINDI MENGGUNAKAN MOVING BED BIOFILM REACTOR DENGAN PROSES AEROBIK

Authors

  • Handar Benni Tanjungpura University
  • Aji Ali Akbar Tanjungpura University
  • Aini Sulastri Tanjungpura University

Keywords:

limbah cair, limbah padat, lindi, nitra (NO3)

Abstract

Sampah domestik terdiri dari sampah organik dan sampah non organik. Sampah organic adalah sampah yang di hasilkan  dari makhluk hidup yang dapat terdegradasi. sampah non organik merupakan sampah yang tidak dapat terdegradasi seperti plastik, kaleng, kaca, dan lainnya. Selain jenis sampah organik dan sampah non organik terdapat juga  sampah yang  berbahaya misalnya: jarum sunti, batrai, deterjen dan lainnya. Sementara sampah industri berasal dari emisi  proses pembakaran, limbah cair , limbah padat Volume sampah dan jenis yang dihasilkan tergantung dari banyaknya komsumsi dari masyarakat dalam suatu wilayah. Semakin  banyak tingkat pendapatan masyarakat tersebut maka semakin tinggi pula volume sampah yang dihasilkan dan semakin banyak jenis sampah yang dihasilkan. Tetapi umumnya sebagian besar sampah yang di hasilkan adalah jenis sampah organik, yaitu mencakup 60-70 % dari total volume sampah. Pengelolaan persampahan di perkotaan merupakan suatu sistem yang saling berinteraksi membentuk kesatuan dan mempunyai tujuan. Pengolahan sampah suatu kota bertujuan untuk melayani penduduk terhadap sampah domestik rumah tangga yang dihasilkannya secara tidak langsung memelihara kesehatan masyarakat serta menciptakan suatu lingkungan yang baik, bersih dan sehat. Pengolahan lindi pada percobaan ini menggunakan moving bed biofilm reactor dengan proses aerobik untuk menurunkan kadar nitrat. Perlunya dilakukan pengolahan untuk penurunan kadar nitrat karena kandungan nitrat dapat menurunkan kadar oksigen didalam air, sehingga memperbesar potensi berkembangnya jenis fitoplankton yang berbahaya.

Author Biographies

Handar Benni, Tanjungpura University

Enviromental Engineering Departement

Aji Ali Akbar, Tanjungpura University

Enviromental Engineering Departement

Aini Sulastri, Tanjungpura University

Enviromental Engineering Departement

References

Bassin, J. P., Dias, I. N., Cao, S. M. S., Senra, E., Laranjeira, Y., Dezotti, M. 2016. Effect of increasing organic loading rates on the performance of moving-bed biofilm reactors filled with different support media: Assessing the activity of suspended and attached biomass fractions. Process Safety and Environmental Protection, 100, 131–141

Brooks, G.F., Janet, S.B., Stephen A.M. 2005. Jawetz, Melnick and Adelbergs, Mikrobiologi Kedokteran (Medical Microbiology) Buku I, Alih Bahasa oleh Mudihardi, E., Kuntaman, Wasito, E.B., Mertaniasih, N.M., Harsono, S., dan Alimsardjono, L. Jakarta : Salemba Medika. pp. 317-25, 358-60.

Damanhuri, E. dan T. Padmi, 2011, Teknologi Pengelolaan Sampah, Penerbit ITB, Bandung.

Herlambang, A., Marsidi, R. 2003. Proses Denitrifikasi dengan Sistem Biofilter untuk Pengolahan Air Limbah yang Mengandung Nitrat. Jurnal Teknik Lingkungan, 4(1), 46–55.

Kulikowsaka, D., Kaczówka, E., Pokój, T., Gusiatin, Z. 2009. Application of moving bed biofilm reactor (MBBR) for high-ammonium landfill leachate nitrification. New Biotechnology, 25, 351–352.

KLH (Kementrian Lingkungan Hidup). 2008. Status Lingkungan Hidup Indonesia 2007. Kementerian Negara Lingkungan Hidup RI.

MetCalf & Eddy, 2003, Wastewater Engineering : Treatment, Disposal and Reuse, 4th ed., McGraw Hill Book Co., New York.

Notodarmojo, S., 2005, Pencemaran Tanah dan Air Tanah, Penerbit ITB, Bandung.

Rusten, B., B. Eikerbrokk, Y. 2006, Design and operation of the Kaldness moving bed biofilm reactors. Aquacultural Engineering 34. 322-331

Shammas, N. K. 1986. Interactions of Temperature, pH, and Biomass on the Nitrification Process. Journal Water Pollution Control Federation, 58(1), 52–59

Additional Files

Published

2023-02-02